Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Hari Ini Melemah, ANTM dan Empat Saham Pilihan Lainnya Masuk Radar

Penulis : Indah Handayani
13 Jul 2022 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Seorang investor memantau pergerakan saham melalui ponselnya di kawasan Depok. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Seorang investor memantau pergerakan saham melalui ponselnya di kawasan Depok. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG hari ini berdasarkan analisa teknikal melemah. IHSG diperkirakan akan diperdagangkan di rentang 6.673 – 6.796 pada Rabu (13/7/2022). ANTM dan empat saham saham pilihan lainnya masuk radar.

Pada perdagangan Selasa (12/7/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 18 poin (0,27%) ke level 6.722. Sektor kesehatan, konsumen non-primer, property & real estate, infrastruktur, industri dan teknologi bergerak negatif dan mendominasi pelemahan IHSG kemarin.

Ditengah situasi dan kondisi yang penuh dengan tantangan, lagi lagi IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk Amerika di tahun ini dan tahun depan. Tidak hanya itu saja, IMF juga menaikkan proyeksi terkait dengan angka pengangguran hingga 2025 mendatang. Namun yang paling menyedihkan adalah, IMF memberikan peringatan tentang lonjakan inflasi secara luas, dapat menimbulkan risiko sistemik bagi negara dan ekonomi global. Hal ini tentu saja menjadi perhatian bersama. Pertumbuhan ekonomi di Amerika, di prediksi akan berada di 2.3% pada tahun ini, atau turun dari sebelumnya yang berada di 2.9%.

ADVERTISEMENT

“Hal ini tentu saja menurut kami ruang perlambatan ekonomi itu ada, dan terbuka,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (13/7/2022).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar keuangan Tiongkok juga menunjukkan tanda tanda yang sangat rentan, karena lagi lagi kenaikkan kasus Covid yang terjadi mampu untuk menciptakan lebih banyak gejolak perekonomian. Sejauh ini Indeks Hang Seng Tiongkok Enterprises telah turun 9% sejak bulan June kemarin karena Covid telah memberikan tekanan kepada pabrik, mengurangi pengeluaran konsumen, dan menganggu aktivitas konstruksi.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, kasus kenaikkan Covid di Tiongkok masih akan terus memberikan tekanan terhadap pasar global, karena posisinya sebagai contributor pasokan global. Selama hal ini tidak mampu untuk diperbaiki, tentu kami melihat pasokan akan tetap jauh ketinggalan dalam mengikuti permintaan, dan akan menciptakan level inflasi yang persisten. Oleh sebab itu pelaku pasar dan investor lagi lagi cemas, bahwa hal tersebut bukan lagi mengenai masalah inflasi, namun juga potensi terhadap kegiatan perekonomian.

“Dengan jumlah kasus yang kian mengalami kenaikkan, kami khawatir penguncian akan kembali dilakukan, meskipun para pejabat mengatakan bahwa tidak akan melakukan penguncian kembali. Masalahnya adalah, penguncian yang dilakukan apakah efektif atau tidak? Dan tampaknya di semester II ini tekanan akan jauh lebih besar daripada semester I. Namun demikian, harapan mungkin akan berada di penghujung akhir tahun,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, tahun ini pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 7 BUMN senilai Rp38,5 triliun. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap BUMN dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Fokus PMN tahun ini yakni keberlanjutan pembangunan infrastruktur prioritas dalam bidang transportasi, ketenagalistrikan, pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan penjaminan proyek infrastruktur nasional.

Pilarmas Investindo Sekuritas melihat bahwa PMN ini cukup baik apabila peruntukkannya tepat sasaran dan efektifitasnya perlu terus dipantau. Di bawah kementerian BUMN pun, terlihat bahwa mereka aktif mengevaluasi kinerja BUMN dan cukup terdengar rencana-rencana perombakan manajemen juga aksi korporasi seperti penggabungan atau pelepasan BUMN untuk optimalisasi performa mengingat perannya yang juga melayani masyarakat. Terhadap penerima PMN tahun ini, ada PT Adhi Karya Tbk. Dengan kode efek ADHI yang listing atau tercatat di Bursa Efek Indonesia.

“Saat ini kinerja keuangan ADHI dinilai sudah membaik yang terlihat dari margin laba bersihnya yang meningkat meskipun tipis saja dan pendapatannya pun membaik meskipun masih terlihat penurunan di kuartal I-2022,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham pilihan, yaitu ANTM, INDY, TINS, MDKA, INTP.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia