IHSG Tumbang, Cuan 5 Saham Malah Ngegas
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) tumbang sebesar 124,36 poin (1,81%) ke level 6.734,53 pada penutupan sesi I, Rabu (13/5/2026). IHSG hari ini bergerak memerah di rentang 6.726 – 6.787.
Di saat yang sama, cuan lima saham malah ngegas dan teratas dalam daftar top gainers. Bahkan ada yang mentok batas auto rejection atas (ARA).
Berdasarkan data IDX, tercatat sebanyak 26,13 miliar lembar saham telah diperdagangkan pada perdagangan sesi I. Dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,27 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 1.476.357 kali transaksi.
Tercatat sebanyak 262 saham mengalami kenaikan, 398 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 150 saham stagnan. Sedangkan saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 anjlok 1,66%.
Hampir seluruh sektor saham melemah pada penutupan sesi I. Saham sektor barang baku memimpin pelemahan, karena ambles 3,44%. Diikuti saham sektor infrastruktur 3,06%, sektor barang konsumsi non primer 1,6%, sektor kesehatan 1,18%, dan sektor energi 1,04%.
Sedangkan penguatan terjadi pada saham transportasi 2,35% dan sektor perindustrian 1,85%.
Pada perdagangan sesi I, indeks saham Asia justru kompak menguat. Hang Seng (Hong Kong) naik 0,25%, Nikkei (Jepang) menguat 0,79%, Straits Times (Singapura) terkerek 0,9%, dan Shanghai (China) menanjak 0,2%.
Saham Top Gainers
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






