Reliance Sekuritas: IHSG Menguat, Intip Jajaran Saham Berpotensi Naik Hari Ini
JAKARTA, investor.id – Reliance Sekuritas memprediksi IHSG hari ini diperkirakan dapat memiliki potensi penguatan. IHSG akan bergerak di rentang 6.650 – 6.750 pada Rabu (13/7/2022). Intip jajaran saham berpotensi naik hari ini, diantaranya ITMG dan TMAS.
Reliance Sekuritas menjelaskan, melihat potensi bursa Asia yang sudah dibuka di zona hijau, serta penguatan harga komoditas batu bara (ITMG 6,14%, ADRO 3,18%, PTBA 2,84%) juga dapat mewarnai IHSG. “Sementara harga metal masih mix untuk nickel masih tertekan dan tin sudah mulai mengalami kenaikan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Rabu (13/7/2022).
Reliance Sekuritas menambahkan, terjadi pergerakan yang bervariasi untuk IHSG pada perdagangan kemarin, ditutup melemah tipis di level 6.718,29 (0,06%). Para investor masih menunggu sentimen yang dapat menggerakan IHSG, serta investor masih mengantisipasi kenaikan Covid-19 di Tiongkok. Di tengah kembalinya harga komoditas yang naik seperti batu bara dan gas.
Beberapa sektor yang mendorong pelemahan IHSG diantaranya yaitu sektor kesehatan (0,58%), sektor bahan konsumi non primer (0,33%), dan sektor property (0,21%). Investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp 200,83 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah BBNI, HRUM, BUMI.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas mengatakan, IHSG setelah tertahan dari area 6.600 dari penurunannya. IHSG mengalami sideway minor dan belum adanya pembalikan arah yang cukup kuat. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: KAEF, CMPP, BBKP, ADRO, MARI, ITMG, MICE, OILS, TPIA, BBTN, TMAS,” tambah Reliance Sekuritas.
Sementara itu, bursa AS kembali ditutup kompak di zona merah, para investor masih mengantisipasi rilisnya data inflasi pada hari ini yang diperkirakan akan mengalami kenaikan dengan consensus pasar inflasi naik 8,8%, hal ini juga membuat kekhawatiran para investor akan adanya resesi karena akan mempengaruhi keputusan The Fed dalam menaikkan suku bunga.
Bursa Asia pada pagi ini sudah diperdagangkan di zona hijau, pada saat laporan ini ditulis index Nikkei menguat 0,50%, sementara Kospi menguat 0,19%. Di bukanya hijau pada bursa Asia pada pagi ini dimana investor masih menunggu rilisnya keputusan bank central korea terkait suku bunga dengan konsensus mengalami kenaikan 0,5 bps, serta surplus neraca dagang Tiongkok yang akan rilis pada pagi ini diperkirakan akan mengalami pelemahan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






