Waduh! 1 Jutaan Pelanggan Kripto di Zipmex Tak Bisa Tarik Dananya
JAKARTA, investor.id - Platform pertukaran kripto yang beroperasi di berbagai negara, salah satunya Indonesia, Zipmex menghentikan sementara penarikan dana fiat dan kripto. Penghentian itu dilakukan sejak Rabu (20/7/2022) sekitar pukul 18.00 WIB .
“Dikarenakan kombinasi beberapa kondisi di luar kendali kami, termasuk gejolak pasar, rangkaian peristiwa Black Swan dan masalah keuangan dari rekan bisnis kami, kami telah menimbang untuk bahwa untuk mempertahankan integritas dari platform kami, kami akan menangguhkan sementara fitur penarikan dana hingga pemberitahuan selanjutnya,” sebut Zipmex Indonesia di Instagram resminya.
Pada pengumuman tersebut, Zipmex turut meminta maaf kepada para investor dan menjelaskan keamanan pengguna merupakan prioritas perusahaan. "Kami memohon maaf atas situasi ini dan berharap Anda berkenan untuk dapat memahami dan bersabar dalam waktu ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi tim Customer Support kami melalui fitur Live Chat yang tersedia 24/7," lanjut pengumuman Zipmex.
Black Swan adalah peristiwa paling tak terduga yang memiliki kemungkinan maksimum terjadi di pasar kripto. Padahal, Zipmex sempat mencatatkan pertumbuhan dana kelola 10 kali lipat dan gencar melakukan promo pada awal berdirinya hingga berencana untuk go public melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat dan Bursa Hong Kong, serta Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu Bos Zipmex Grup, Marcus Lim, kepada Cointelegraph mengatakan bahwa kendala ini adalah lazim dalam bisnis dan menolak anggapan, bahwa perusahaannya akan terancam bangkrut, karena gagal mengembalikan dana pinjaman. Tudingan bahwa Zipmex terancam bangkrut, berdasarkan sumber anonim Cointelegraph yang mengatakan, bahkan Zipmex bisa saja senasib seperti Celsius.
Cointelegraph juga melansir liputan TheBlock sebelumnya, bahwa Zipmex sedang menyusun rencana mendapatkan dana investasi seri B+ yang bisa bernilai US$400 juta. Sebelumnya Coinbase menarik diri untuk berinvestasi di Zipmex dengan alasan kondisi pasar yang masih muram. Itu dikonfirmasi sendiri oleh Marcus Lim.
“Akuisisi yang gagal karena kondisi pasar. Mereka telah menarik diri di banyak negara di seluruh dunia seperti Turki dan di Amerika Latin. Coinbase adalah mitra strategis yang hebat untuk bisnis ini,” tegas Lim.
Zipmex sendiri beroperasi di Thailand, Indonesia, Singapura, dan Australia. Namun, yang terbesar berada di Indonesia dan Thailand.
Pada kuartal I-2022, basis pengguna Zipmex di Indonesia mencapai 1 juta pelanggan sejak diluncurkan pada 21 September 2019. Di mana, nilai transaksi Zipmex sepanjang kuartal I-2022 mengalami kenaikan 26% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Total trading volume selama kuartal I-2021 mencapai US$ 800 juta sedangkan pada kuartal I-2022, total trading volume di Zipmex telah melampaui US$ 1 miliar. Total trading volume Zipmex di Indonesia mencapai lebih dari US$ 10 juta di akhir kuartal I-2022.
Zipmex menawarkan beragam produk menarik bagi pengguna dengan berbagai karakteristik. Pengguna bisa berinvestasi aset kripto, mendapatkan NFT, dan mendapatkan produk eksklusif dengan menukarkan aset kripto asli Zipmex, Zipmex Token (ZMT). Misalnya, Zipmex Exchange, ZipUp+, ZipLock, ZipWorld, ZLaunch, dan Zixel.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

