Jumat, 15 Mei 2026

Top! Laba Bersih Allo Bank (BBHI) Melonjak 556%

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Jul 2022 | 19:31 WIB
BAGIKAN
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. Chairul Tanjung. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. Chairul Tanjung. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan lonjakan laba periode berjalan sebesar 556,94% menjadi Rp 150,62 miliar pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 22,92 miliar.

Pertumbuhan BBHI tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 217,24 miliar pada semester I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 53,47 miliar. Sedangkan provisi dan komisi meningkat pesat dari Rp 642,04 juta menjadi Rp 117,95 miliar.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan beban operasional dari Rp 38,72 miliar menjadi Rp 105,94 miliar. Adapun laba sebelum beban pajak melesat dari Rp 23,78 miliar menjadi Rp 195,68 miliar.

Meski laba bersih melesat, laba per saham BBHI hanya naik dari Rp 10,96 menjadi Rp 18,73.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Paula Ruth Prawinoto mengungkapkan, Allo Bank memiliki potensi yang besar, seiring bergabungnya bank digital milik Chairul Tanjung ini ke dalam beberapa ekosistem multiverse. Optimisme perseroan kian bertambah pasca meluncurkan aplikasi resminya pada Mei 2022.

Allo Bank telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, serta menjadi bagian dari sejumlah ekosistem, yang memberikan peluang basis pengguna serta digital touchpoint yang cukup besar dalam jangka panjang. Beberapa ekosistem tersebut antara lain CT Corp (gaya hidup, keuangan, F&B, media, dan lainnya), Bukalapak (e-commerce, fintech, dan lainnya), serta grup lainnya (Salim, Traveloka, Grab).

“Didukung dengan sejumlah kerja sama tersebut, kami memperkirakan Allo Bank akan membukukan pertumbuhan luar biasa dalam total jumlah pengguna, melesat 171% (yoy) dari 3,5 juta di 2022 menjadi 9,5 juta pada 2023. Ini dibandingkan sekitar 1 juta pada Mei 2022. Adapun aplikasi Allo Bank pertama kali diluncurkan pada 20 Mei 2022,” papar Paula dalam risetnya.

Setelah peluncuran resmi aplikasinya pada Mei 2022, yang telah diuji coba secara terbatas pada akhir 2021, bank digital berkode saham BBHI ini akan terus memperkuat fitur digitalnya. Manajemen menyebutkan bahwa mereka menemukan beberapa fitur dalam aplikasinya yang masih dapat ditingkatkan.

Paula menyatakan, pihaknya tetap optimistis BBHI dapat meningkatkan produk dan pengalaman pengguna secara bertahap. Sebab BBHI masih berupaya meningkatkan aplikasinya secara bertahap, saat ini analis mengasumsikan rata-rata saldo simpanan per pengguna aplikasi BBHI lebih rendah dibandingkan dengan bank digital lain yang didukung ekosistem

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia