Jumat, 15 Mei 2026

Semen Baturaja (SMBR) Cetak Kenaikan Laba Hampir 500%

Penulis : Muawwan Daelami
1 Aug 2022 | 16:37 WIB
BAGIKAN
PT Semen Baturaja Tbk. Foto: Perseroan.
PT Semen Baturaja Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, Investor.id – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) membukukan kinerja gemilang pada semester I-2022. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih dan pendapatan perseroan dengan pertumbuhan pesat.

Berdasarkan laporan kinerja konsolidasian pada enam bulan pertama 2022, emiten semen pelat merah tersebut berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,7 miliar atau melonjak signifikan sebesar 492% dari periode sama tahun lalu Rp 2,6 miliar.

Sementara dari sisi pendapatan, emiten berkode saham SMBR tersebut juga mencatatkan kenaikan pendapatan 8,2% menjadi Rp 826 miliar pada semester I-2022, dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp 763 miliar.

ADVERTISEMENT

Penjualan yang mendongkrak pendapatan berasal dari penjualan semen kantong dengan kenaikan sekitar 12% menjadi Rp 735 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 654 miliar. Kemudian penjualan semen curah meningkat menjadi Rp 70 miliar, jasa pengangkutan sebesar Rp 1,6 miliar, penjualan mortal sebesar Rp 69 juta.

Penopang lainya disumbang dari hasil penjualan white clay kepada PT Pupuk Sriwijaya yang berkontribusi sebesar Rp 17,1 miliar, meningkat sekitar 20%, dibandingkan penjualan white clay pada semester I-2021 sebesar Rp 12,2 miliar.

Bukan hanya itu, segmen lain yang juga memacu pendapatan SMBR pada semester I-2022 adalah penjualan yang melebihi 5% yang meliputi penjualan kepada Samudra Panca Jaya sebesar Rp 82 miliar, meningkat 37% daripada penjualan sebelumnya Rp 59 miliar.

Begitu juga dengan penjualan kepada Tunas Surya Bumindo yang tumbuh sebesar 19% menjadi Rp 79 miliar daripada sebelumnya Rp 66 miliar. Sedangkan penjualan kepada PT Matra Agung Persada mengalami penurunan sebesar 56% menjadi Rp 32 miliar, dibandingkan penjualan tahun lalu sebesar Rp 79 miliar.

Namun, di balik capaian kinerja impresif, beban pokok penjualan perseroan meningkat sebesar 10% menjadi Rp 446 miliar dibandingkan beban pokok penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 407 miliar.

“Beban penjualan paling besar berasal dari pengangkutan dan distribusi yang meningkat sebesar 5,5% menjadi Rp 115 miliar dari sebelumnya Rp 109 miliar,” jelas manajemen perseroan, dikutip (Senin (8/1).

Beban lain datang dari bunga pinjaman bank yang juga meningkat sebesar 5% menjadi Rp 78 miliar dibandingkan beban bunga pinjaman bank pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 74 miliar.

Dengan demikian, total aset perseroan ikut tergerus menjadi Rp 5,80 triliun dari posisi aset pada akhir tahun lalu sebesar Rp 5,81 triliun. Penyusutan cukup tajam terjadi di pos kas dan setara kas dari semula Rp 531 miliar pada akhir 2021, menjadi Rp 474 pada Juni 2022.

Jumlah liabilitas SMBR juga menurun dari Rp 2,34 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp 2,32 triliun pada pertengahan tahun ini. Sebaliknya, posisi ekuitas sepanjang pertengahan 2022 tumbuh tipis menjadi Rp 3,48 triliun dibandingkan posisi jumlah ekuitas pada akhir 2021 sebesar Rp 3,45 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia