Jumat, 15 Mei 2026

Mengintip Harga Wajar Saham Global Mediacom (BMTR)

Penulis : Parluhutan Situmorang
3 Aug 2022 | 11:25 WIB
BAGIKAN
Global Mediacom.
Global Mediacom.

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sempat melesat dalam beberapa hari terakhir, seiring rencana pemegang saham untuk melakukan merger antara Global Mediacom dengan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Keduanya berada dalam Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo.

Hal itu sempat disinggung di sela-sela acara rapat umum pemegang saham BMTR pada Kamis (28/7/2022), namun bukan menjadi hasil keputusan rapat. Kabar itu juga ramai diperbincangkan oleh pelaku pasar. Hingga akhirnya mengerek harga saham BMTR dari level Rp 282 pada penutupan pasar 27 Juli menjadi Rp 446 pada penutupan perdagangan saham kemarin.

Namun, penguatan harga tersebut terhenti pada perdagangan saham hari ini, Rabu (3/8/2022), saham BMTR justru bergerak hingga sempat menyetuh level auto reject bawah (ARB) dengan penurunan Rp 30 dari Rp 446 menjadi Rp 416. Menjelang berakhirnya sesi I, saham BMTR bangun dari posisi ARB dengan bergerak di kisaran level Rp 420.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana dampak merger kedua perusahaan tersebut? Analis PT RHB Sekuritas Indonesia Michael W Setjoadi dalam risetnya menyebut bahwa merger akan menjadikan BMTR dari perusahaan holding menjadi operating company. Di struktur saat ini, BMTR memiliki 46,3% saham MNC dan di IPTV. Setelah merger, BMTR akan memiliki langsung 4 FTA (free to air), MSIN, dan IPTV.

Menurut dia, harga wajar saham BMTR seharusnya Rp 564, hanya dengan menilai penggabungan BMTR dengan kapitalisasi pasar MNCN saat ini. Ini dengan asumsi rasio 1:1,2 BMTR:MNCN (20% lebih banyak nilai saham MNCN terhadap BMTR). Dalam KJPP (penilaian pihak ketiga), penilaian BMTR harus didorong oleh penilaian saham di MNCN dan IPTV.

Dia menyebutkan, alpha yang lebih tinggi adalah berinvestasi di BMTR, sedangkan investasi yang lebih aman melalui MNCN karena harus ada tender offer setelah merger terwujud pada nilai yang lebih tinggi dari harga penutupan rata-rata 30 hari atau penilaian kesepakatan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia