Jumat, 15 Mei 2026

Periode Lock-up bakal Berakhir, Apa Pandangan Analis terhadap Pergerakan Saham GOTO?

Penulis : Parluhutan Situmorang
8 Aug 2022 | 09:41 WIB
BAGIKAN
GoTo Gojek Tokopedia
GoTo Gojek Tokopedia

JAKARTA, Investor.id - Periode lock-up saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bakal berakhir November 2022 bisa menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan sahamnya. Dengan berakhirnya periode lock-up , jumlah saham GOTO yang beredar di publik akan naik drastis.

“Berakhirnya periode lock-up akan membuat saham GOTO membanjiri bursa saham, sehingga menjadikan pergerakan harga saham tersebut kian mengkhawatirkan. Apalagi valuasi saham GOTO sudah tergolong premium, dibandingkan perusahaan sejenis,” tulis analis BNI Sekuritas Laksmita Febriayanti, Yulinda Hartanto, dan Patricia Gabriela dalam risetnya.

Berdasarkan perkiraan, saham GOTO yang bisa ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai November akan melonjak dari 3,4% menjadi 66,4%. Artinya, terjadi lonjakan saham perseroan yang bisa ditransaksikan.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, BNI Sekuritas menyebutkan, masih sulitnya GOTO untuk merealisasikan profitalibilitas dalam waktu dekat menjadi tantangan berat bagi perseroan. Berdasarkan perkiraan GOTO kemungkinan mulai mencetak EBITDA positif pada 2025, dibandingkan dengan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada 2023 dan Grab hingga Shopee diperkirakan EBITDA positif pada 2024.

Dengan jangka waktu menuju profitabilitas yang masih lama, BNI Sekuritas memperkirakan, uang tunai GOTO bisa habis sebelum profitabilitas tercapai pada 2025. “Hal ini membuat perseroan semakin kewalahan ke depan, sehingga dibutuhkan pendanaan tahun 2024 atau kemungkinan lebih cepat untuk mendukung upaya profitablitas. Kemudian masalah timbul akibat kian sulitnya perusahaan teknologi, seperti e-commerce, mendapatkan dukungan pendanaan dari luar,” jelas mereka.

Terkait kenaikan harga saham GOTO sepanjang Juni 2022, dia mengatakan, dipicu atas keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham GOTO dalam indeks LQ45 pada 8 Juni 2022. Konsekuensinya, fund manager harus membeli saham GOTO untuk menyeimbangkan portofolio yang menggunakan acuan IHSG dan LQ45. Hal ini membuat saham GOTO menjadi rebutan para fund manager. Di tengah minimnya jumlah saham beredar, fund manager akhirnya memburuh saham GOTO yang berdampak terhadap kenaikan harga saham tersebut.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi perseroan, BNI Sekuritas memilih untuk merekomendasikan jual saham GOTO dengan target harga Rp 270. Target ini mempertimbangkan uang tunai perseroan diprediksi habis sebelum profitabilitas tercapai dan matrik profitabilitas perseroan lebih rendah, dibandingkan pesaingnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia