Menu
Sign in
@ Contact
Search
GoTo Gojek Tokopedia

GoTo Gojek Tokopedia

Periode Lock-up bakal Berakhir, Apa Pandangan Analis terhadap Pergerakan Saham GOTO?

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:41 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Periode lock-up saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bakal berakhir November 2022 bisa menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan sahamnya. Dengan berakhirnya periode lock-up , jumlah saham GOTO yang beredar di publik akan naik drastis.

Baca juga: Saham GOTO Koreksi, Apakah Penurunan Bisa Berlanjut?

“Berakhirnya periode lock-up akan membuat saham GOTO membanjiri bursa saham, sehingga menjadikan pergerakan harga saham tersebut kian mengkhawatirkan. Apalagi valuasi saham GOTO sudah tergolong premium, dibandingkan perusahaan sejenis,” tulis analis BNI Sekuritas Laksmita Febriayanti, Yulinda Hartanto, dan Patricia Gabriela dalam risetnya.

Berdasarkan perkiraan, saham GOTO yang bisa ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai November akan melonjak dari 3,4% menjadi 66,4%. Artinya, terjadi lonjakan saham perseroan yang bisa ditransaksikan.

Tidak hanya itu, BNI Sekuritas menyebutkan, masih sulitnya GOTO untuk merealisasikan profitalibilitas dalam waktu dekat menjadi tantangan berat bagi perseroan. Berdasarkan perkiraan GOTO kemungkinan mulai mencetak EBITDA positif pada 2025, dibandingkan dengan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada 2023 dan Grab hingga Shopee diperkirakan EBITDA positif pada 2024.

Dengan jangka waktu menuju profitabilitas yang masih lama, BNI Sekuritas memperkirakan, uang tunai GOTO bisa habis sebelum profitabilitas tercapai pada 2025. “Hal ini membuat perseroan semakin kewalahan ke depan, sehingga dibutuhkan pendanaan tahun 2024 atau kemungkinan lebih cepat untuk mendukung upaya profitablitas. Kemudian masalah timbul akibat kian sulitnya perusahaan teknologi, seperti e-commerce, mendapatkan dukungan pendanaan dari luar,” jelas mereka.

Terkait kenaikan harga saham GOTO sepanjang Juni 2022, dia mengatakan, dipicu atas keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham GOTO dalam indeks LQ45 pada 8 Juni 2022. Konsekuensinya, fund manager harus membeli saham GOTO untuk menyeimbangkan portofolio yang menggunakan acuan IHSG dan LQ45. Hal ini membuat saham GOTO menjadi rebutan para fund manager. Di tengah minimnya jumlah saham beredar, fund manager akhirnya memburuh saham GOTO yang berdampak terhadap kenaikan harga saham tersebut.

Baca juga: GOTO Blak-blakan soal Kendaraan Listrik

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi perseroan, BNI Sekuritas memilih untuk merekomendasikan jual saham GOTO dengan target harga Rp 270. Target ini mempertimbangkan uang tunai perseroan diprediksi habis sebelum profitabilitas tercapai dan matrik profitabilitas perseroan lebih rendah, dibandingkan pesaingnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com