Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sido Muncul. (Foto: Perseroan)

Sido Muncul. (Foto: Perseroan)

Bos Sido Muncul (SIDO) Belanja Saham Perseroan saat Harga Ambles

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:26 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat memborong saham perseroan sebanyak 1.279.400 saham atau 0,004%.

Dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (9/8/2022), Irwan menjelaskan bahwa transaksi dilakukan pada 3 Agustus 2022 di harga Rp 780 per saham. Sehingga, nilai transaksi pembelian saham ini sebesar Rp 997,93 juta.

Baca juga: Top! Saham Bumi Resources (BUMI) Naik 109%, Apa Pemicunya?

Sebelum pembelian ini, Irwan tak menggenggam satupun saham SIDO. Dan, tujuan dari transaksi ini adalah penambahan kepemilikan langsung. Surat kepemilikan sahamnya berstatus langsung.

Pembelian saham SIDO yang dilakukan bos perseroan itu dilaksanakan saat saham SIDO tengah mengalami tren penurunan.

Sebagaimana diketahui, pada perdagangan 29 Juli 2022, SIDO ditutup auto reject bawah (ARB) ke Rp 905. Tren pelemahan berlanjut pada perdagangan 1 Agustus 2022 ke Rp 845 atau mentok ARB. Di perdagangan 2 Agustus 2022, SIDO ditutup di Rp 790 melemah 6,5%. Dan di tanggal 3 Agustus 2022, atau saat Irwan membeli saham perseroan, SIDO ditutup di Rp 765 atau turun sekitar 3,16%. Angka penurunan yang lebih kecil ketimbang tiga hari bursa sebelumnya secara berturut-turut.

Penurunan saham SIDO dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap kinerja keuangan Sido Muncul setelah mencatatkan penurunan penjualan 2,42% menjadi Rp 1,61 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,65 triliun.

Perseroan juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan hingga 30 Juni 2022 sebesar Rp 757,61 miliar. Jumlahnya lebih besar dari beban pokok penjualan semester pertama tahun lalu yang sebanyak Rp 724,71 miliar. Hal ini menjadikan laba bruto Rp 854,49 miliar, lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu Rp 930,08 miliar.

Penurunan kinerja keuangan tersebut mendorong Trimegah Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan dan saham SIDO melalui riset yang diterbitkan baru-baru ini. Meski direvisi turun, ruang terhadap penguatan saham SIDO masih terbuka, karena penurunan harga dalam beberapa hari terakhir sudah terlalu dalam.

BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target laba bersih Sido Muncul tahun ini dari Rp 1,43 triliun menjadi Rp 1,07 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi turun dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 3,57 triliun.

Sekuritas ini juga memangkas asumsi volume penjualan produk herbal Sido Muncul dengan potensi turun 20,8% tahun ini. Sedangkan rata-rata harga jual produk tersebut diprediksi naik 3% tahun ini. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun rekomendasi saham SIDO dari buy menjadi hold dengan target harga dipangkas dari Rp 1.100 menjadi Rp 800.

Baca juga: Chandra Asri (TPIA) Dapat Restu Stock Split 1:4, Kapan Jadwalnya?

Langkah serupa dilakukan Trimegah Sekuritas dengan memangkas target kinerja keuangan SIDO. Begitu juga dengan rekomendasi diturunkan dari beli menjadi netral dan target harga saham SIDO dipangkas turun dari Rp 1.200 menjadi Rp 950.

Sementara itu, pada perdagangan Selasa (9/8/2022), SIDO diparkir di Rp 775 atau menguat 3,33% dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Kendati demikian, selama satu bulan terakhir SIDO tetap tersungkur 20,1%.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com