Bos Sido Muncul (SIDO) Belanja Saham Perseroan saat Harga Ambles
JAKARTA, investor.id – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat memborong saham perseroan sebanyak 1.279.400 saham atau 0,004%.
Dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (9/8/2022), Irwan menjelaskan bahwa transaksi dilakukan pada 3 Agustus 2022 di harga Rp 780 per saham. Sehingga, nilai transaksi pembelian saham ini sebesar Rp 997,93 juta.
Sebelum pembelian ini, Irwan tak menggenggam satupun saham SIDO. Dan, tujuan dari transaksi ini adalah penambahan kepemilikan langsung. Surat kepemilikan sahamnya berstatus langsung.
Pembelian saham SIDO yang dilakukan bos perseroan itu dilaksanakan saat saham SIDO tengah mengalami tren penurunan.
Sebagaimana diketahui, pada perdagangan 29 Juli 2022, SIDO ditutup auto reject bawah (ARB) ke Rp 905. Tren pelemahan berlanjut pada perdagangan 1 Agustus 2022 ke Rp 845 atau mentok ARB. Di perdagangan 2 Agustus 2022, SIDO ditutup di Rp 790 melemah 6,5%. Dan di tanggal 3 Agustus 2022, atau saat Irwan membeli saham perseroan, SIDO ditutup di Rp 765 atau turun sekitar 3,16%. Angka penurunan yang lebih kecil ketimbang tiga hari bursa sebelumnya secara berturut-turut.
Penurunan saham SIDO dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap kinerja keuangan Sido Muncul setelah mencatatkan penurunan penjualan 2,42% menjadi Rp 1,61 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,65 triliun.
Perseroan juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan hingga 30 Juni 2022 sebesar Rp 757,61 miliar. Jumlahnya lebih besar dari beban pokok penjualan semester pertama tahun lalu yang sebanyak Rp 724,71 miliar. Hal ini menjadikan laba bruto Rp 854,49 miliar, lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu Rp 930,08 miliar.
Penurunan kinerja keuangan tersebut mendorong Trimegah Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan dan saham SIDO melalui riset yang diterbitkan baru-baru ini. Meski direvisi turun, ruang terhadap penguatan saham SIDO masih terbuka, karena penurunan harga dalam beberapa hari terakhir sudah terlalu dalam.
BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target laba bersih Sido Muncul tahun ini dari Rp 1,43 triliun menjadi Rp 1,07 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi turun dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 3,57 triliun.
Sekuritas ini juga memangkas asumsi volume penjualan produk herbal Sido Muncul dengan potensi turun 20,8% tahun ini. Sedangkan rata-rata harga jual produk tersebut diprediksi naik 3% tahun ini. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun rekomendasi saham SIDO dari buy menjadi hold dengan target harga dipangkas dari Rp 1.100 menjadi Rp 800.
Langkah serupa dilakukan Trimegah Sekuritas dengan memangkas target kinerja keuangan SIDO. Begitu juga dengan rekomendasi diturunkan dari beli menjadi netral dan target harga saham SIDO dipangkas turun dari Rp 1.200 menjadi Rp 950.
Sementara itu, pada perdagangan Selasa (9/8/2022), SIDO diparkir di Rp 775 atau menguat 3,33% dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Kendati demikian, selama satu bulan terakhir SIDO tetap tersungkur 20,1%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


