Optimistis Target Kinerja Tercapai, Begini Prospek Saham BNI (BBNI)
JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaparkan sejumlah katalis yang memicu kenaikan saham BBNI. Diproyeksi tren kenaikan berlanjut dan semakin membaik seiring dengan target kinerja keuangan perseroan yang juga kian merekah.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, harga saham BNI pada perdagangan Selasa (9/8/2022) ditutup pada Rp 8.450, menguat 2,42% dalam 1 hari, dan tercatat naik 25,2% dibandingkan akhir 2021. Kenaikan saham BNI jauh lebih tinggi indeks bluechip LQ45 yg naik 8,3% year to date (ytd), dan juga lebih baik dibanding peers bank.
Novita menyampaikan, katalis utama dari peningkatan ini adalah kinerja fundamental perseroan yang terus mencatatkan kinerja yang solid. Seperti yang sudah diketahui, BNI membukukan laba bersih sampai dengan semester I sebesar Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara year on year (yoy), pencapaian laba ini 10% di atas estimasi konsensus. Atas pencapaian laba yang baik ini, pihaknya juga merevisi turun guidance biaya pencadangan.
Baca Juga:
Melalui Program Financial Ecosystem, BNI (BBNI) Perkuat Kerjasama dengan Ditjen Diktiristek"Menariknya, kinerja yang solid ini dicapai bukan dengan strategi tumbuh agresif, melainkan justru melalui strategi tumbuh selektif dan prudent. Hal ini kami yakini membuat investor melihat BNI sebagai saham yang defensif ke depannya," tutur Novita kepada Investor Daily, Selasa (9/8/2022).
Katalis lainnya, lanjut Novita adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal II yang impresif, mencapai 5,44% yang melebihi ekspektasi pasar, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi IHSG. "Sepanjang tahun ini saham BNI menerima net inflow dana investor asing sebesar Rp 5,3 triliun, yang merupakan inflow dana asing terbesar relatif terhadap kapitalisasi pasar, jika dibandingkan dengan bank BUKU IV lainnya," kata dia.
Ke depan, manajemen BNI tetap menjadikan peningkatan valuasi saham sebagai salah satu prioritas. "Tentunya hal ini bertujuan untuk memberikan return yang optimal bagi investor. Untuk mencapainya, kinerja keuangan yang solid dan sustain akan terus dicapai, di mana hal tersebut tidak dicapai dengan instan, namun melalui transformasi perusahaan yang terus berjalan, konsistensi dalam perbaikan kualitas aset dan peningkatan ekspansi bisnis yang prudent, di mana hasilnya dapat dimonitor oleh investor melalui publikasi kinerja keuangan yang kami lakukan," jelas Novita.
Perseroan berharap tren kinerja ekonomi pada semester kedua tahun ini akan kembali membuat fungsi intermediasi dan kinerja BNI semakin kuat. “Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, dan transformasi yang kami lakukan sudah mulai menunjukkan hasil, maka kami pun berharap laba tahun ini mampu menembus rekor laba tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Novita.
Novita menyebut, sampai dengan semester I-2022 outstanding kredit BNI mencapai Rp 620,4 triliun tumbuh 8,9% (yoy). Pertumbuhan didukung dari segmen konsumer yang tumbuh 12,3% (yoy) menjadi Rp 104,2 triliun, dan business banking 7,7% (yoy) menjadi Rp 512,3 triliun. Selama kuartal II-2022, BNI menyalurkan pencairan kredit Rp 74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal II-2021 yang mencapai Rp 59,3 triliun. Pencapaian tersebut membuat perseroan optimistis mencapai target tahun ini.
“Kami targetkan secara bank wide kredit sampai akhir tahun ini tumbuh 7-10%. Melihat sampai Juni sudah tumbuh 8,9% (yoy). Kami akan kedepankan kualitas kredit, jadi kami tidak tergesa-gesa mengejar kredit, kami jaga portofolio jangka panjang untuk mengatasi kondisi makro. Kami fokus pertumbuhan sehat dan sustain,” papar Novita.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






