Jumat, 15 Mei 2026

Rilis Data EIA Dukung Kenaikan Harga Minyak

Penulis : Indah Handayani
12 Aug 2022 | 13:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi  harga minyak
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, pergerakan Harga minyak mentah masih dalam tren kenaikan pada perdagangan pagi ini ke level US$ 93 per barel. Hal ini akibat rilisnya data EIA Crude Oil Stocks Change sebesar 5,5 juta dari sebelumnya 4,5 juta.

Selain itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, EIA merilis stok natural gas AS yang lebih tinggi dari sebelumnya sebesar 44 miliar dari sebelumnya 40 miliar, meningkatnya stok gas AS karena harga gas alam dan biaya listrik naik ke level tertinggi akibat keterbatasan pasokan dari gas Rusia sehingga terjadinya peralihan dari gas ke minyak di sejumlah negara. “Meningkatnya permintaaan minyak yang tinggi mendorong lonjakan pada harga minyak mentah,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (12/8/2022).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung kenaikan harga minyak, US Bureau of Labour Statistics inflasi AS pada bulan Juli dilaporkan sebesar 8,5% pada yoy, walaupun angka ini masih tinggi namun menjadi lebih rendah dari sebelumnya sebesar 9,1% Juni pada yoy angka ini menjadi tertinggi lebih dari 40 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Inflasi energi pun melambat, meski masih di level tinggi. Harga bensin masih naik 44% pada yoy, melambat dibandingkan Juni 2022 yang melonjak 59,9% yoy. Hal ini membuat pelaku pasar berekspektasi kemungkinan kebijakan The Fed kedepan meningkatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari sebelumnya, sebesar 50 basis poin menjadi 2,75% sampai 3%.

“Dengan kenaikan suku bunga yang lebih rendah pelaku pasar menilai harapan ini baik untuk dapat keluar dari kemungkinan resesi yang masih membayangi pelaku pasar, dan saat ekonomi AS menggeliat maka permintaan pada minyak mentah juga ikut terdorong,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Selain itu, lanjut Tim Research and Development ICDX, dalam berita yang beredar otoritas Ukraina memutuskan untuk menutup pipa minyak yang mengalir dari Rusia menuju Eropa. Penutupan disebabkan oleh belum diterimanya pembayaran jasa transit pipa Druzhba dari Rusia kepada Ukraina, pihak Ukraina meminta pembayaran 100% di awal sebelum minyak dialiri, Transneft sebagai penyalur pasokan minyak Rusia di pipa itu mengatakan hal yang memberatkan karena pembayaran tidak dapat dilakukan akibat sanksi Eropa kepada Rusia atas invasi yang dilakukan terhadap Ukraina.

“Hal ini juga menjadi sentimen positif dan dapat mendukung permintaan pada komoditas minyak mentah,” jelas Tim Research and Development ICDX.

Meskipun demikian, Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) kembali merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak tahun ini, bahwa dalam laporan bulanan ekonomi dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,1% pada tahun 2022 dibanding dengan perkiraan yang lebih tinggi sebesar 3,5% dalam tiga bulan sebelumnya karena sejumlah resiko ketegangan geopolitik, pandemi Covid-19 serta kenaikan inflasi, pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 96 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia