Merdeka Gold (MDKA) Banyak Aksi Korporasi, Kini Tawarkan Obligasi Rp 4 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) belakangan ini banyak melakukan aksi korporasi, mulai dari rights issue, akuisisi, hingga menggaet mitra strategis. Tak cukup sampai di situ, MDKA kini menerbitkan obligasi Rp 4 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) III tahap III tahun 2022.
Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari PUB III senilai total Rp 9 triliun. Adapun PUB III tahap III yang sebesar Rp 4 triliun ditawarkan dalam tiga seri obligasi.
Seri A sebesar Rp 1,4 triliun dengan bunga 5,5% per tahun dan tenor tiga tahun. Seri B senilai Rp 1,7 triliun dengan bunga 8,25% dan tenor tiga tahun. Seri C sebesar Rp 797 miliar dengan bunga 9,5% per tahun dan tenor lima tahun.
Merdeka Copper Gold akan menggunakan 38% dana hasil emisi obligasi tersebut untuk melunasi obligasi berkelanjutan II tahap II sebesar Rp 1,5 triliun, yang akan jatuh tempo pada 25 November 2022.
Baca Juga:
Antam (ANTM) dan CNGR Mau Bangun Kawasan Industri, Demi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik"Kemudian, sekitar 37% dialokasikan untuk pembayaran seluruh pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas bergulir sebesar US$ 100 juta, yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui UOB Ltd sebagai agen," jelas manajemen Merdeka Copper Gold dalam keterangan resmi, Jumat (12/8/2022).
Lebih lanjut, sekitar 19% akan dipakai oleh anak usaha perseroan, PT Bumi Suksesindo (BSI), untuk membayar seluruh pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas kredit bergulir sebesar US$ 50 juta, yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui HSBC sebagai agen fasilitas.
Sisanya 4% akan digunakan BSI untuk membayar sebagian pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian lindung nilai ING Bank di setiap tanggal jatuh tempo yang berturut-turut pada 26 Oktober 2022 sebesar US$ 5,5 juta dan 30 November 2022 sebesar US$ 5,4 juta yang akan dibayarkan kepada ING Bank NV.
"Lalu, sebesar 2% akan digunakan BSI untuk mendanai sebagian kebutuhan belanja modal yang timbul dari kegiatan eksplorasi Proyek Tembaga Tujuh Bukit," jelas manajemen.
Sesuai rencana, MDKA akan melangsungkan penawaran umum obligasi pada 25-29 Agustus 2022, penjatahan dilaksanakan pada 30 September 2022, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara eletktronik pada 1 September 2022. Selanjutnya, pencatatan obligasi di BEI dijadwalkan pada 2 September 2022.
MDKA menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dipercaya sebagai wali amanat.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






