Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra (tengah). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra (tengah). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Tunda Bahas Penambahan Modal, Bos Garuda (GIAA) Beberkan Alasannya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:05 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan untuk menunda pembahasan mengenai penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan non-HMETD atau private placement.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membeberkan bahwa alasan penundaan tersebut karena perseroan diminta menuntaskan terlebih dahulu laporan keuangan tengah tahunan.

"Jadi, memang alasan awal atau persyaratan awal adalah kami mesti menyelesaikan laporan keuangan terlebih dahulu dan diaudit. Kemudian, nanti ada penilaian independen terhadap harga saham," jelas Irfan di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Garuda (GIAA) Punya Direktur Baru, Siapa Dia?

Pasalnya, lanjut Irfan, laporan keuangan tengah tahunan Garuda Indonesia tersebut menjadi dasar dalam penentuan nilai dan angka untuk memastikan HMETD dan non-HMETD bisa berjalan sebaik dan seadil mungkin.

Irfan mengaku agak menyayangkan tertundanya pembahasan HMETD dan non-HMETD dalam RUPSLB. "Disayangkan bahwa kita melewati batas-batas waktu ada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang memungkinkan untuk menggunakan buku (laporan keuangan) 2021 sebagai basis HMETD," katanya.

Kendati begitu, emiten berkode saham GIAA tersebut sudah memutuskan akan menjadwalkan kembali pembahasan terkait rights issue dan private placement ini pada RUPSLB yang dijadwalkan pada 26 September 2022.

Baca juga: Restrukturisasi Garuda (GIAA) Berjalan on Track, Dua Bulan Bukukan Laba

Untuk diketahui, rencana GIAA melangsungkan aksi penambahan modal tersebut seiring dengan keputusan pemerintah yang menyetujui injeksi berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun.

Irfan menginginkan PMN tersebut bisa cair pada tahun ini. Sebab, sebelumnya perseroan sudah menyepakati hasil rapat dan diharuskan untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesnya.

"Karena ada peraturan presiden, injeksi, termasuk kepemilikan pemegang saham lain, dinilai saham berapa ini kan membutuhkan kehati-hatian dan memastikan semua orang diperlakukan fair. Saya inginnya minggu depan (cair)," pungkas Irfan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com