Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Urgensi Pembentukan Bursa Kripto Indonesia

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:35 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kondisi pasar kripto secara global saat ini sedang mengalami penurunan secara menyeluruh. Jika mengingat peningkatan beberapa tahun terakhir, total kapitalisasi pasar aset kripto berhasil mencapai lebih dari US$ 3 triliun, namun saat ini secara keseluruhan nilai kapitalisasinya terpantau turun di bawah US$ 1 triliun.

Angka tersebut merupakan pencapaian terendah pertama kalinya sejak Februari 2021. Fenomena turunnya harga pasar aset kripto ini dikenal sebagai bear market, siklus yang sedang dihadapi oleh pasar kripto secara global saat ini. Berbeda dengan pasar aset lainnya, siklus pasar aset kripto bergerak jauh lebih cepat.

Dalam industri kripto, bear market merupakan hal yang lumrah terjadi dan hanya bersifat sementara. Dari fenomena bear market ini menurut Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) kondisi itu menjadi hal biasa di crypto space.

“Bear market terakhir terjadi pada 2018 dan kita sudah tahu bersama apa yang terjadi setelahnya. Momentum ini menjadi proses alami pengeliminasian players yang masuk industri ini hanya karena valuasi atau angka semata. Sedangkan the real players semakin fokus pada building dan developing,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Ditanya Kapan Bursa Kripto Terbentuk, Wamendag Jerry: Harus Hati-hati

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi pasar aset kripto beberapa bulan terakhir ini, yakni Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan harga terburuk dalam lebih dari satu dekade pada kuartal II-2022, dengan harga BTC yang sempat menyentuh US$ 17.600 pada 18 Juni lalu.

Lalu jatuhnya nilai Terra dan kedua asetnya (LUNA dan UST), ribuan dompet berbasis Solana diretas hingga merugikan jutaan dolar AS, hingga beberapa perusahaan penyedia layanan aset kripto terlilit masalah keuangan sebut saja seperti Three Arrows Capital (3AC), Celcius Network, Vault, dan Babel Finance. Tak hanya di luar negeri, Zipmex calon pedagang fisik aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti juga sempat mengumumkan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto.

CEO Indodax Oscar Darmawan juga berpendapat bahwa di saat market bearish seperti ini, justru adalah momen yang tepat untuk investor mengumpulkan portofolio kripto. Dengan adanya tantangan yang dihadapi oleh industri kripto, regulasi dari Bappebti sudah sangat mengakomodir dari sisi keamanan konsumen dengan keharusan adanya Bursa Berjangka Kripto.

“Pemerintah perlu segera meresmikan bursa berjangka kripto Digital Future Exchange (DFX) yang nantinya akan berfungsi untuk membantu pengawasan transaksi kripto agar lebih aman dan dapat melindungi para traders aset kripto. Saya optimis pembentukan bursa ini dapat memajukan ekosistem kripto di Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi,” imbuhnya.

Baca juga: Kapan Bursa Kripto Dibentuk? Wamendag Menjawab

General Counsel PINTU Malikulkusno Utomo ikut serta memberikan pandangannya terhadap pembentukan bursa kripto. “Pembentukan bursa berjangka kripto dapat segera diwujudkan untuk mendorong kemajuan industri kripto di Indonesia, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dapat memberikan keterbukaan informasi, dan perlindungan bagi investor,” katanya.

Ia meyakini lebih tepat apabila bursa berjangka tersebut merupakan bursa yang telah melewati rangkaian proses yang ketat dan memenuhi persyaratan sesuai aturan yang berlaku.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengungkapkan bahwa pembentukan Bursa Kripto Indonesia hampir rampung. “Intinya sudah mendekati, mudah-mudahan secepatnya tahun ini,” ujarnya.

CEO Upbit APAC Alex Kim yang merupakan bagian dari konsorsium tersebut menuturkan, mitigasi risiko ke lembaga-lembaga yang diatur dan diawasi oleh Bappebti, pada saat kondisi pasar buruk dapat melindungi dana pelaku usaha dan konsumen.

“DFX sebagai calon bursa kripto telah siap beroperasi dan berkontribusi dalam ekosistem industri aset kripto Indonesia, sesuai dengan amanah peraturan perundangan pemerintah khususnya Bappebti. Inilah kenapa kami sangat menyambut dan menantikan finalisasi DFX,” ungkap ia.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com