Jumat, 15 Mei 2026

Dua Investasi Ini Jadi Dukungan Positif bagi Kalbe Farma (KLBF)

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Aug 2022 | 09:38 WIB
BAGIKAN
Pekerja memperhatikan proses pengemasan obat maag Promag di pabrik Kalbe Farma, Cikarang, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Audy Alwi/spt/11)
Pekerja memperhatikan proses pengemasan obat maag Promag di pabrik Kalbe Farma, Cikarang, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Audy Alwi/spt/11)

JAKARTA, Investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester I-2022. Meski pertumbuhan tersebut belum setinggi harapan, kinerjanya tetap sesuai perkiraan. Sedangkan produksi obat kanker dan akuisisi fasilitas produksi Sanofi tetap menjadi sentimen terhadap pergerakan saham perseroan.

Kalbe Farma membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 9% dari Rp 1,49 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp 1,63 triliun pada semester I-2022. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan mencapai 12% dari Rp 12,37 triliun menjadi Rp 13,87 triliun.

Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Igatius Samon mengungkapkan, raihan laba bersih tersebut setara dengan 46% dari target Trimegah Sekuritas dan mencapai 47% dari konsensus analis. Hanya saja, kinerja tersebut tetap diapresiasi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi, dan peningkatan harga bahan baku.

ADVERTISEMENT

Terkait sentimen penopang pertumbuhan kinerja keuangan, bakal datang dari sejumlah pengembangan yang sedang dilaksanakan perseroan. Di antaranya, pabrik produksi obat kanker biosimilar menggandeng Genexine. Hingga kini, tiga obat biosimilar telah disetujui secara klinis dan dua obat sedang memasuki tahap uji klinis. Hal ini bagian dari target 12-15 portofolio obat kanker dalam 3-5 tahun ke depan.

“Perseroan berniat untuk memasarkan obat tersebut juga untuk ekspor ke Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah. Berdasarkan data, permintaan obat biosimilar Asia Pasifik mencapai US$ 1,3 miliar tahun 2022 dengan CAGR dalam lima tahun 32%,” terangnya dalam riset terbaru.

Pertumbuhan kinerja perseroan akan ditopang oleh akuisisi sebanyak 80% saham fasilitas produksi Sanofi di Indonesia. Hal ini diprediksi meingkatkan pertumbuhan penjualan tahunan KLBF perseroan ke depan. Keputusan ini bisa menjadi sentimen baru terhadap pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan.

Perseroan, terang Trimegah Sekuritas, sedang berupaya menciptakan efisiensi dengn memfokuskan investasi logistik. Perseroan telah berinvestasi pada PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melalui anak usahanya B2B logistik, Mostrans. Investasi baru ini diharapkan memperkuat margin keuntungan perseroan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.000. Sedangkan akhir pekan lalu, saham KLBF ditutup di level Rp 1.610. Target harga tersbeut juga mempertimbangkan keinginan perseroan untuk menaikkan rata-rata harga jual produk mencapai 3-5% paa paruh kedua tahun ini.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 3,55 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 3,21 triliun. Pendapatan Kalbe juga diprediksi naik dari Rp 26,26 triliun menjadi Rp 29,35 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia