Dua Investasi Ini Jadi Dukungan Positif bagi Kalbe Farma (KLBF)
JAKARTA, Investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester I-2022. Meski pertumbuhan tersebut belum setinggi harapan, kinerjanya tetap sesuai perkiraan. Sedangkan produksi obat kanker dan akuisisi fasilitas produksi Sanofi tetap menjadi sentimen terhadap pergerakan saham perseroan.
Kalbe Farma membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 9% dari Rp 1,49 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp 1,63 triliun pada semester I-2022. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan mencapai 12% dari Rp 12,37 triliun menjadi Rp 13,87 triliun.
Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Igatius Samon mengungkapkan, raihan laba bersih tersebut setara dengan 46% dari target Trimegah Sekuritas dan mencapai 47% dari konsensus analis. Hanya saja, kinerja tersebut tetap diapresiasi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi, dan peningkatan harga bahan baku.
Terkait sentimen penopang pertumbuhan kinerja keuangan, bakal datang dari sejumlah pengembangan yang sedang dilaksanakan perseroan. Di antaranya, pabrik produksi obat kanker biosimilar menggandeng Genexine. Hingga kini, tiga obat biosimilar telah disetujui secara klinis dan dua obat sedang memasuki tahap uji klinis. Hal ini bagian dari target 12-15 portofolio obat kanker dalam 3-5 tahun ke depan.
“Perseroan berniat untuk memasarkan obat tersebut juga untuk ekspor ke Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah. Berdasarkan data, permintaan obat biosimilar Asia Pasifik mencapai US$ 1,3 miliar tahun 2022 dengan CAGR dalam lima tahun 32%,” terangnya dalam riset terbaru.
Pertumbuhan kinerja perseroan akan ditopang oleh akuisisi sebanyak 80% saham fasilitas produksi Sanofi di Indonesia. Hal ini diprediksi meingkatkan pertumbuhan penjualan tahunan KLBF perseroan ke depan. Keputusan ini bisa menjadi sentimen baru terhadap pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan.
Perseroan, terang Trimegah Sekuritas, sedang berupaya menciptakan efisiensi dengn memfokuskan investasi logistik. Perseroan telah berinvestasi pada PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melalui anak usahanya B2B logistik, Mostrans. Investasi baru ini diharapkan memperkuat margin keuntungan perseroan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.000. Sedangkan akhir pekan lalu, saham KLBF ditutup di level Rp 1.610. Target harga tersbeut juga mempertimbangkan keinginan perseroan untuk menaikkan rata-rata harga jual produk mencapai 3-5% paa paruh kedua tahun ini.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 3,55 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 3,21 triliun. Pendapatan Kalbe juga diprediksi naik dari Rp 26,26 triliun menjadi Rp 29,35 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler




