Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Datar Pasca Pernyataan Arab Saudi 

Penulis : Indah Handayani
23 Aug 2022 | 06:21 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Harga minyak
Sumber: Antara
Ilustrasi Harga minyak Sumber: Antara

HOUSTON, investor.id - Harga minyak diperdagangkan hampir datar dalam sesi yang bergejolak pada Senin (22/8/2022). Pasca penyataan Arab Saudi bahwa produksi OPEC+ dapat memangkas produksi terhadap kemungkinan kesepakatan nuklir tersebut dapat mengembalikan minyak Iran yang tengah dikenai sanksi ke pasar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk Oktober menetap di US$ 96,48 per barel, turun 24 sen (0,25%). Itu telah jatuh sebanyak 4,5% pada hari sebelumnya, mematahkan kenaikan tiga hari berturut-turut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September, yang berakhir pada Senin, turun 54 sen (0,6%) menjadi US$ 90,23. Kontrak Oktober yang lebih aktif turun 4 sen (0,03%) menjadi US$ 90,41.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ memiliki komitmen, fleksibilitas, dan sarana untuk menghadapi tantangan dan memberikan panduan termasuk memangkas produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda, kantor berita negara SPA melaporkan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Jerman membahas upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Gedung Putih mengatakan pada hari Minggu, yang dapat memungkinkan minyak Iran yang tengah terkena sanksi untuk kembali ke pasar global.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan kesepakatan nuklir sekarang lebih dekat daripada dua minggu lalu.

Di awal sesi, kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS yang agresif dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global dan penurunan permintaan bahan bakar telah menekan harga.

"Fundamental jangka pendek tampaknya lebih tertahan sampai kita melihat beberapa indikasi ekonomi positif baik dari AS atau Tiongkok, yang tampaknya tidak mungkin," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September di tengah ekspektasi inflasi telah memuncak dan meningkatnya kekhawatiran resesi, menurut para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Investor akan mencermati komentar Ketua Fed Jerome Powell ketika ia berpidato di konferensi perbankan sentral global tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat.

Juga menekan harga kekhawatiran atas permintaan bahan bakar melambat di Tiongkok, importir minyak terbesar dunia, sebagian karena krisis listrik di barat daya.

Beijing memangkas suku bunga pinjaman pada Senin sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tertatih-tatih oleh krisis properti dan kebangkitan kasus Covid-19.

Indeks dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada Senin. Greenback yang lebih kuat umumnya bearish karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain di pasar minyak dalam denominasi dolar.

Tingginya harga gas alam yang diperburuk oleh berkurangnya pasokan dari Rusia memperkuat permintaan minyak, kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Pasokan di seluruh dunia tetap relatif ketat, dengan operator pipa yang memasok sekitar 1% minyak global melalui Rusia mengatakan akan mengurangi produksi lagi karena peralatan yang rusak.

OPEC+ memproduksi 2,892 juta barel per hari (bph) di bawah target mereka pada Juli, dua sumber dari kelompok produsen mengatakan, karena sanksi terhadap beberapa anggota seperti Rusia dan rendahnya investasi oleh negara lain menghalangi kemampuannya untuk meningkatkan produksi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 25 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia