Jumat, 15 Mei 2026

Dapat Momentum, Garuda (GIAA) Bersiap Kerahkan Banyak Pesawat

Penulis : Muawwan Daelami
24 Aug 2022 | 20:07 WIB
BAGIKAN
Pesawat Garuda Indonesia (GIAA). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/18)
Pesawat Garuda Indonesia (GIAA). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/18)

JAKARTA, investor.id – Beberapa indikator positif menunjukkan Indonesia bergerak menuju pemulihan ekonomi. Pandemi Covid-19 yang berangsur-angsur reda dan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh 5,44% dinilai menjadi momentum tepat bagi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk bangkit.

Hal itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam konferensi pers, Rabu (24/8/2022), mengenai kondisi terkini Garuda Indonesia usai melewati proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Inilah momentum yang baik bagaimana recovery Covid sudah terjadi dan pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,44%. Makanya, kita sampaikan kepada presiden dan para menteri, Garuda setelah restrukturisasi PKPU akan mulai menambah jumlah pesawat kembali,” terangnya.

Erick menargetkan, hingga akhir 2022, jumlah armada maskapai penerbangan nasional tersebut bakal bertambah menjadi 120 pesawat dari jumlah saat ini sekitar 61 pesawat yang terdiri atas pesawat Garuda dan Citilink.

ADVERTISEMENT

Penambahan armada tersebut, sambung Erick, juga sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus menekan harga tiket pesawat supaya lebih murah. Karena itu, dengan menjaga keseimbangan ini diharapkan dapat memperbaiki harga tiket nasional sekaligus memastikan agar harga sewa pesawat sesuai dengan harga pasar.

“Jadi, kita sampaikan Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan pemerintah dan DPR dimana kita sudah berhasil merestrukturisasi Garuda melalui PKPU sehingga Garuda bisa kembali bergerak secara korporasi lebih sehat,” ucapnya.

Betapa tidak, setelah melewati proses PKPU yang cukup panjang, emiten berkode saham GIAA ini bakal memperoleh suntikan dana berupa penyertaan modal negara (PMN) dalam waktu dekat. Menurut Erick, injeksi kapital itu sebetulnya sudah diputuskan pemerintah sejak satu setengah tahun lalu atau sebelum pandemi Covid terjadi.

Menyangkut hal lain, Erick menuturkan, dalam pertemuannya bersama Presiden Jokowi, dirinya juga membahas mengenai progres proyek MRT, LRT, dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Khusus untuk proyek kereta cepat, bos Kementerian BUMN itu mengungkapkan, kereta cepat akan mulai datang ke Indonesia pada September 2022 untuk selanjutnya melewati uji coba dan ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2023.

“Sementara untuk proyek LRT dan MRT, kita tahu LRT sudah ditambah kereta di luar yang sudah dibangun KAI. Ditambah, proyek MRT yang kemarin presiden sampaikan, berdasarkan hasil pertemuan dengan PM Jepang, Jepang berkomitmen untuk membantu pendanaan dan pembangunan MRT secara berkelanjutan,” bebernya.

Dengan demikian, Erick menegaskan, semua proyek infrastruktur transportasi tersebut bakal menjadi ekosistem transportasi yang terintegrasi dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Pasalnya, konektivitas antara Jakarta dan Jawa Barat perlu dibangun karena kawasan Jawa Barat memiliki potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak kalah penting dibandingkan dengan kawasan-kawasan lain.

Terlebih, Jawa Barat kini sudah memiliki Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. Dari hasil koordinasi dengan para menteri, Bandara Kertajati ditetapkan sebagai salah satu pusat bandara untuk kargo yang selama ini potensinya jarang dilihat.

“Artinya, ketika ada Patimban, ada kargo. Lalu, kami juga baru saja ditugaskan presiden untuk membangun Kawasan Industri (KI) Subang yang merupakan satu kawasan menyeluruh menjadi konektivitas yang terintegrasi antara logistik dan manusianya,” tutup Erick.

Menanggapi soal arahan presiden untuk menekan harga tiket pesawat, secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) Irfan Setiaputra menambahkan bahwa pihaknya masih terus menunggu dan mengamati harga avtur. “Kita tunggu dan amati pergerakan harga avtur,” ujar Irfan kepada Investor Daily, Selasa (23/8).

Kalaupun GIAA memberlakukan perubahan tarif, menurut Irfan, keputusan tersebut tidak berhubungan dengan PMN yang diberikan pemerintah kepada perseroan. “Jadi, jangan berandai-andai dulu karena kami masih melihat perkembangannya,” tambahnya.

Di luar itu, Irfan mengaku bahwa perseroan terus berupaya untuk menekan harga tiket di antaranya dengan cara merestorasi sekitar 60 pesawat Garuda dan memberikan banyak promosi. “Jadi, di samping melakukan restorasi, plus kita kasih banyak promosi,” tandas Irfan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia