Jumat, 15 Mei 2026

Matahari Putra Prima (MPPA) Optimis Raih Laba Bersih di 2023

Penulis : Lona Olavia
26 Aug 2022 | 12:02 WIB
BAGIKAN
Chief Financial Officer MPPA Herry Senjaya dalam Paparan Publik Tahunan MPPA secara daring, 26 Agustus 2022. (Beritasatu/Herman)
Chief Financial Officer MPPA Herry Senjaya dalam Paparan Publik Tahunan MPPA secara daring, 26 Agustus 2022. (Beritasatu/Herman)

JAKARTA, investor.id - Emiten peritel modern PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menargetkan, pada tahun depan perseroan sudah mulai bisa membukukan laba bersih. Hal itu didukung berbagai strategi yang telah dicanangkan perseroan, ditambah kasus Covid-19 di Indonesia dalam tren melandai.

“Covid yang melanda ini adalah salah satu faktor yang membuat kerugian. Kami sudah menargetkan tahun depan sudah bisa menumbuhkan profitability,” kata Chief Financial Officer MPPA Herry Senjaya dalam Paparan Publik Tahunan MPPA secara virtual, Jumat (26/8/2022).

Herry menambahkan, perseroan di tahun ini menargetkan pembukaan 10 gerai baru. Di mana hingga Juni 2022, MPPA sudah membuka 2 gerai baru Hypermart, 1 Hyfresh, 1 Foodmart, 1 FMX, dan 1 Boston. Selain itu, perseroan juga telah merenovasi 1 gerai Foodmart dan 1 gerai  Boston. Kemudian menutup 1 Hypermart, 1 Hyfresh, dan 2 Boston.

“Capex sudah anggarkan untuk pembukaan toko kurang lebih sudah terserap 20%-30% di tahun ini. Kalau target pertumbuhan 2022 sebesar 10% dan laba kita coba perbaiki kinerja di bulan-bulan selanjutnya,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Alhasil, tercatat hingga Juni 2022, sudah ada 199 gerai MPPA yang beroperasi di 30 provinsi di Indonesia dengan total luas gerai 579.964 meter persegi. 102 gerai diantaranya merupakan gerai dengan format Hypermart, 12 gerai Foodmart, 11 gerai Hyfresh, 8 gerai Primo, 54 gerai Boston, dan 12 gerai FMX.

Selain konsep offline, MPPA juga akan menggenjot penjualan online. Adapun, penjualan online MPPA sepanjang semester I-2022 mencapai Rp 244,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan 6,57% dari total penjualan selama periode tersebut yang mencapai Rp 3,71 triliun. Kontribusi penjualan online tercatat meningkat seiring dengan ekspansi dan kolaborasi dengan sejumlah platform dagang. Realisasi penjualan online juga telah mencapai 55% dari realisasi penjualan online pada 2021 yang mencapai Rp 444,6 miliar.

Tahun lalu, nilai penjualan online MPPA tumbuh 127,1% secara tahunan. Pada 2021, perseroan berhasil mencatatkan pencapaian penting atas keberhasilan transformasi bisnis online sebagai bagian dari strategi omnichannel dengan lebih banyak ekspansi dan perluasan kolaborasi dengan marketplace terkemuka di Indonesia.

Sampai Juni 2022, MPPA telah mengoperasikan 964 gerai virtual hasil dari kolaborasi dengan sejumlah lokapasar atau marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli.com, JD.ID, dan Hypermart Online. Jumlah gerai tersebut jauh meningkat dibandingkan dengan jumlah pada tahun pertama pandemi sebanyak 393 gerai virtual. Perluasan penggunaan pembayaran dengan dompet digital juga memperlihatkan pertumbuhan, dari Rp 556 miliar pada 2020 menjadi Rp 604 miliar sepanjang 2021.

“Fokus kami untuk terus mengembangkan dan memperluas bisnis online dengan tujuan untuk mendukung jam operasional toko yang lebih fleksibel, pendekatan ke pembayaran digital, serta kenyamanan belanja para pelanggan dari tempatnya masing-masing untuk mengurangi jejak karbon,” tambah manajemen.

Penjualan MPPA sepanjang paruh pertama 2022 mencapai Rp 3,71 triliun, tumbuh 4,80% secara tahunan dibandingkan dengan semester I-2021 sebesar Rp 3,54 triliun. Meski demikian, membengkaknya beban umum dan administrasi sebesar 26,90% yoy menjadi Rp 643,43 miliar dan kenaikan beban penjualan sebesar 30,79% yoy menjadi Rp 149,72 miliar membuat MPPA berbalik menanggung rugi usaha sebesar Rp 158,60 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia