Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja GOTO Terindikasi Positif, Citi dan Indo Premier Rekomendasikan Buy

Penulis : Investor Daily
29 Aug 2022 | 13:28 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) direkomendasikan beli (buy) menjelang rilis laporan keuangan kuartal II-2022. Harga saham perusahaan pemilik ekosistem digital terbesar di Indonesia ini ditargetkan mencapai Rp 430.

Citi Research yang dirilis Citigroup Sekuritas Indonesia (CSI) menyampaikan ekspektasi positif menjelang pengumuman hasil kinerja GOTO kuartal II-2022, yang akan dirilis pada akhir Agustus 2022. Sejumlah sentimen positif menjadi landasan riset ini.

“Ekspektasi kami adalah di kuartal II GOTO akan menghasilkan serangkaian kinerja yang relatif baik, meskipun hasil masing-masing segmen bisnisnya dapat bervariasi. Kami memerkirakan kerugian margin kontribusi dan kerugian EBITDA akan berkurang karena ada peningkatan margin,” ungkap riset yang disusun oleh Ferry Wong dan Ryan Davis ini.

ADVERTISEMENT

Lini bisnis Financial Technology (Fintech) diproyeksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja GOTO pada kuartal II dan e-Commerce menjadi pendorong kedua.

Riset Citi memperlihatkan potensi pemulihan secara berkelanjutan untuk semua segmen bisnis GOTO, seiring dengan berangsur pulihnya perekonomian Indonesia. ”Kami mempertahankan peringkat rekomendasi buy pada saham GOTO,” ungkap riset Citi tersebut.

Pendapatan GTV GOTO diproyeksi Citi sebesar Rp 150 triliun pada kuartal II-2022, dengan Fintech sebagai penggerak dan diikuti oleh e-commerce/Tokopedia, kemudian Online Delivery Services (ODS/on-demand). Sementara, pada semester pertama 2022, total GTV GOTO diproyeksi mencapai Rp 290 triliun atau tumbuh 42% dibandingkan semester I-2021.

Adapun pendapatan kotor GOTO diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun pada kuartal II tahun ini atau tumbuh 37% dibandingkan kuartal II-2021. Dengan begitu, pendapatan kotor GOTO pada paruh pertama tahun ini diproyeksi menembus Rp 10,6 triliun atau tumbuh 45% dibandingkan setengah tahun pertama 2021 sebagai representatif 46% dari estimasi total pendapatan kotor pada sepanjang 2022.

Dengan potensi kinerja positif tersebut, maka Citi merekomendasikan buy untuk saham GOTO dengan target harga Rp 430.

Sementara itu, CLSA Sekuritas Indonesia pada akhir pekan lalu juga merevisi proyeksi saham GOTO dari hold menjadi buy, dengan target harga Rp 425 per saham.

Begitu juga dengan Indo Premier Sekuritas yang baru saja merilis riset terhadap saham GOTO dengan menetapkan rekomendasi buy terhadap saham ini. Rekomendasi beli ini tidak berubah dari riset yang dirilis sebelumnya tentang GOTO.

”Hasil diskusi kami dengan manajemen baru-baru ini disebutkan bahwa baik GTV dan pendapatan akan mencapai targetnya dengan asumsi GTV sebesar Rp 150 triliun dan pendapatan Rp 5,5 triliun, khusus pada kuartal kedua 2022,” ungkap tim riset Indo Premier Sekuritas yang disusun Jovent Muliadi dan Anthony.

Meskipun terdapat libur Idul Fitri, GOTO diproyeksi masih mampu meraih pencapaian positif sebesar 3,7% secara kuartalan pada pos GTV. Secara bersamaan, layanan ODS telah mencapai contribution margin (CM) terhadap EBITDA positif secara keseluruhan di kuartal kedua tahun ini. “Merupakan kejutan positif, lebih jauh lagi biasanya diperlukan 6 sampai 9 bulan lagi dari CM positif menjadi EBITDA positif,” ungkap tim ini.

Membaiknya kinerja keuangan GOTO ini juga diyakini akan berdampak positif terhadap bottom-line perseroan pada akhir tahun 2022 dengan proyeksi kerugian menjadi Rp 19,5 triliun atau jauh lebih rendah dari konsensus.

Padahal, riset ini belum memasukkan sejumlah kondisi yang diperkirakan juga akan berdampak pada meningkatnya margin bisnis GOTO. Di antaranya adalah kenaikan biaya kepada merchant di Tokopedia dan tambahan biaya sebesar Rp 1 ribu per pesanan Tokopedia. ”Keduanya diharapkan menghasilkan tingkat pengambilan yang lebih baik pada kuartal ketiga dan seterusnya,” terangnya.

Meski begitu tetap menjadi sinyal bahwa kinerja GOTO pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2022 akan jauh lebih kuat. Ditambah, ada layanan baru yaitu Buy Now Pay Later (BNPL) dari GoPayLater Cicil di Tokopedia dan kolaborasi GOTO dengan Bank Jago.

Pada Kamis (25/8/2022, Bloomberg mengabarkan bahwa GoTo sekarang merupakan start-up teknologi dengan valuasi tertinggi di Asia Tenggara dan mengalahkan valuasi kompetitornya, Grab sebesar US$ 13 miliar. Menurut Nathan Naidu, analis Bloomberg Intelligence, keuntungan GoTo sebagai brand asli Indonesia dan sinerginya dengan Tokopedia membuat mereka dapat mempertahankan kepemimpinan pangsa pasar online food delivery-nya dari Grab.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia