Jumat, 15 Mei 2026

Bank Neo Commerce (BBYB) Catatkan Laba dalam Dua Bulan Terakhir

Penulis : Indah Handayani
30 Aug 2022 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Tjandra Gunawan
Sumber: Istimewa
Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Tjandra Gunawan Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id - Agresifnya langkah PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC dalam memperkenalkan berbagai fitur dan layanan juga berimbas ke peningkatan berbagai indikator kinerja Perseroan. Bahkan, berhasil mencatatkan laba dalam dua bulan terakhir.

Peningkatan ini terlihat dari kenaikan yang berkelanjutan atas pendapatan berbasis komisi (fee based income) BNC sebesar 18,08% menjadi Rp207,9 miliar di Juli 2022 dari Rp176,1 miliar di Juni 2022, atau naik sebesar 69,38% dari sebesar Rp122,7 miliar di Desember 2021.

Sedangkan di sisi pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII), di bulan Juli 2022 BBYB membukukan Rp702,5 miliar atau naik sebesar 28,42% jika dibandingkan posisi Juni 2022 yang sebesar Rp547,0 miliar, dan naik sebesar 122,4% jika dibandingkan posisi 31 Desember 2021 yang sebesar Rp315,9 miliar.

Selain itu, Bank Neo Commerce juga berhasil membukukan laba sebesar Rp 4,5 miliar di bulan Juli 2022 dari sebelumnya Rp 5,6 miliar di bulan Juni 2022. Pencapaian laba selama dua bulan berturut-turut ini memberikan dampak positif bagi kinerja Perseroan di awal semester II tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Perkembangan baik lainnya yang berhasil diraih oleh Bank Neo Commerce adalah penurunan secara bertahap atas Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), yang mana pada Juni 2022 di posisi 156,75%, menjadi 145,2% pada Juli 2022. Tak hanya itu, rasio Net Interest Margin (NIM) pada Juli 2022 berhasil naik sebesar 0,79% menjadi 10,95% dari 10,16% di Juni 2022.

Selain itu, BNC juga mencatatkan berbagai pencapaian positif di sisi Aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Di sisi Aset, terjadi kenaikan sebesar 6,26% dari Rp14,3 triliun di Juni 2022 menjadi Rp15,2 triliun di Juli 2022. Dan bila dibandingkan dengan Aset di akhir Desember 2021 yang sebesar Rp11,3 triliun, maka telah terjadi peningkatan sebesar Rp3,9 triliun atau 34,61%.

Sedangkan dari sisi likuiditas, perolehan DPK di Juli 2022, meningkat 4,5% dibandingkan perolehan Juni 2022 dari Rp11,1 triliun menjadi Rp11,6 triliun. Berbagai catatan positif ini menjadi tolak ukur bahwa BBYB menjadi bank digital yang secara konsisten digunakan oleh para nasabah.

Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Tjandra Gunawan mengatakan, bahwa dirinya bersyukur bahwa kerja keras BNC untuk terus melengkapi layanan dan fitur di aplikasi neobank membuahkan hasil. Sejak aplikasi neobank hadir di Maret tahun lalu, BNC terus menambah berbagai layanan dan fitur yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah.

“Selain sekarang ini nasabah sudah dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan QRIS, nasabah juga dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas di aplikasi neobank, melakukan pembayaran tagihan dan/atau pembelian pulsa, mengajukan pinjaman secara online dan beragam transaksi lainnya. Hal ini merupakan komitmen kami dalam menjawab kebutuhan para nasabah kami,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia