Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Raup GTV Rp 150,5 Triliun di Kuartal II, Ini Rinciannya

Penulis : Lona Olavia
30 Aug 2022 | 19:50 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada kuartal II-2022 mencatatkan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) Grup tumbuh 39% year-on-year mencapai Rp150,5 triliun. Melanjutkan momentum dari kuartal sebelumnya, pendapatan bruto menampilkan pertumbuhan lebih cepat dari GTV, membukukan kenaikan 45% year-on-year mencapai Rp5,5 triliun. 

Pertumbuhan pendapatan dan GTV perseroan terutama didorong oleh perkembangan upaya monetisasi termasuk di antaranya pembaruan skema komisi pedagang e-commerce, pendapatan komisi dari layanan pesan antar makanan, dan pemulihan pada sektor mobilitas.

Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo menjelaskan, pada kuartal II, perseroan terus fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkesinambungan. GTV dan pendapatan bruto perseroan terus tumbuh, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Margin bisnis juga membaik, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tren pertumbuhan ini semakin mendorong percepatan langkah kami menuju profitabilitas. 

Lebih jauh, strategi perseroan untuk mengedepankan diferensiasi produk serta bergeser dari bisnis berbasis insentif, membuahkan hasil yang baik. Sejak implementasi strategi tersebut, penggunaan lintas platform meningkat serta memberikan ruang untuk menajamkan fokus, meningkatkan jumlah pelanggan setia dengan monetisasi bernilai tinggi.

ADVERTISEMENT

“Di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlanjut, kami memperkokoh kepemimpinan di Indonesia, memperluas keragaman dan pendalaman ekosistem untuk terus mengembangkan bisnis. Secara keseluruhan, industri ini akan terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat. Memahami situasi tersebut, GoTo akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (30/8/2022).

Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo menambahkan, kinerja kuat perseroan di kuartal II-2022 telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan dengan struktur biaya yang lebih optimal. GOTO, tambahnya berhasil meningkatkan pertumbuhan GTV, pendapatan bruto serta margin keuangan, di tengah kondisi geopolitik dan makroekonomi yang menantang, dampak sistemik dari pandemi Covid-19, serta dampak musiman dari periode Ramadan. 

"Ke depannya, kami akan terus mengoptimalkan berbagai beban usaha, dengan dukungan kinerja yang baik, sebagai hasil investasi kami melakukan integrasi lintas platform dan dalam ekosistem. Kami berharap tren pertumbuhan bisnis yang positif di seluruh segmen bisnis GoTo akan terus berlanjut, seiring langkah mencapai break even sebagai sebuah ekosistem terintegrasi," jelasnya.

Berikut ikhtisar kinerja keuangan dan operasional grup kuartal II-2021:

 ● GTV tumbuh 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), mencapai Rp150,5 triliun.

● Pendapatan bruto tumbuh 45% year-on-year mencapai Rp5,5 triliun.

● Margin kontribusi sebagai persentase GTV tumbuh 47 basis poin dibandingkan kuartal

sebelumnya (quarter-on-quarter).

● Pengguna bertransaksi setahun dalam 12 bulan terakhir (LTM ATU) tumbuh 28%

year-on-year mencapai 67 juta pengguna, dengan nilai belanja rata-rata per pengguna meningkat

17% year-on-year untuk periode yang sama.

● Jumlah pesanan tumbuh 34% year-on-year mencapai 690 juta pesanan.

● Pada kuartal kedua tahun 2022, rugi EBITDA yang disesuaikan mengecil 14 persen mencapai Rp 4,1 triliun, dibandingkan Rp4,8 triliun pada kuartal pertama tahun 2022, dengan demikian Perseroan membukukan perbaikan pada rugi EBITDA yang disesuaikan sebanyak dua kuartal berturut-turut. Pencapaian ini dibandingkan dengan rugi EBITDA disesuaikan sebesar Rp3,9 triliun pada kuartal kedua tahun 2021, di mana perusahaan melakukan konservasi modal dalam rangka integrasi Gojek dan Tokopedia, sehingga perseroan dapat berinvestasi dalam menumbuhkan integrasi lintas platform, serta mengantisipasi dampak signifikan dari berbagai pembatasan yang disebabkan pandemi Covid-19.

Sementara berikut ikhtisar kinerja keuangan dan operasional grup untuk semester I:

● Pertumbuhan GTV semester I mencapai 42% year-on-year mencapai Rp290,5 triliun.

● Pertumbuhan pendapatan bruto semester pertama mencapai 49% year-on-year mencapai Rp10,7 triliun.

● Pertumbuhan rugi EBITDA yang disesuaikan pada semester pertama mencapai Rp9,0 triliun,

dibandingkan dengan rugi Rp5,8 triliun pada periode yang sama di tahun 2021. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia