Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Ngebut Kejar Profitabilitas

Penulis : Ghafur Fadillah
31 Aug 2022 | 01:19 WIB
BAGIKAN
Salah satu layanan Gojek, unit bisnis GoTo. (IST)
Salah satu layanan Gojek, unit bisnis GoTo. (IST)

JAKARTA, investor.id – Emiten teknologi dengan ekosistem digital terbesar di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan Gross Transaction Volume (GTV) sebesar Rp 150 triliun pada semester I-2022, tumbuh 39% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan bruto perseroan juga tumbuh 45% menjadi Rp 5,5 triliun.

Direktur Utama GoTo Gojek Tokopedia Andre Soelistyo menjelaskan, pertumbuhan GTV sejalan dengan fokus perseroan pada kuartal II yang berfokus pada bisnis berkualitas dan berkesinambungan. Dengan GTV dan pendapatan yang bertumbuh, margin kontribusi dan EBITDA juga bertumbuh masing-masing 47 basis poin dan 69 basis poin.

“Tren pertumbuhan ini makin mendorong percepatan langkah kami menuju profitabilitas. Lebih jauh, strategi perseroan untuk mengedepankan diferensiasi produk serta bergeser dari bisnis berbasis insentif, membuahkan hasil yang baik,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/8/2022).

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan, sejak implementasi strategi tersebut, penggunaan lintas platform meningkat serta memberikan ruang untuk menajamkan fokus, serta meningkatkan jumlah pelanggan setia dengan monetisasi bernilai tinggi. Secara keseluruhan, industri ini akan terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat.

Memahami situasi tersebut, GOTO akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem. “Grup menargetkan akan mencapai margin kontribusi positif pada kuartal I-2024. On-demand services dan e-commerce ditargetkan mencapai margin kontribusi positif masing-masing pada kuartal I-2023 dan kuartal IV-2023,” tutur Andre.

Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo mengatakan bahwa ke depan, perseroan akan terus mengoptimalkan berbagai beban usaha, dengan dukungan kinerja yang baik, sebagai hasil investasi perseroan melakukan integrasi lintas platform dan dalam ekosistem.

“Kami berharap tren pertumbuhan bisnis yang positif di seluruh segmen bisnis GOTO akan terus berlanjut, seiring langkah mencapai break even sebagai sebuah ekosistem terintegrasi,” kata dia.

Untuk diketahui, dalam 12 bulan terakhir, LTM ATU tumbuh 28% secara tahunan mencapai 67 juta pengguna, dengan nilai belanja rata-rata per pengguna meningkat 17% secara tahunan untuk periode yang sama. Jumlah pesanan tumbuh 34% secara tahunan mencapai 690 juta pesanan. EBITDA yang disesuaikan mengecil 14% mencapai Rp 4,1 triliun dibandingkan Rp 4,8 triliun pada kuartal I-2022.

Dengan demikian, perseroan mencatat perbaikan pada rugi EBITDA yang disesuaikan sebanyak dua kuartal berturut-turut.

Pencapaian tersebut dibanding dengan rugi EBITDA disesuaikan yang sebesar Rp 3,9 triliun pada kuartal II-2021, di mana perusahaan melakukan konservasi modal dalam rangka integrasi Gojek dan Tokopedia, sehingga perseroan dapat berinvestasi dalam menumbuhkan integrasi lintas platform, serta mengantisipasi dampak signifikan dari berbagai pembatasan yang disebabkan pandemi.

Ada tiga segmen yang menjadi pertumbuhan pendapatan perseroan, pertama on-demand services, e-commerce, dan financial technology services. Pada segmen on-demand selama periode ini menunjukan tren yang positif seiring pulihnya mobilitas, serta relaksasi terhadap berbagai pembatasan yang disebabkan pandemi Covid-19. Pendapatan bruto pada kuartal II untuk segmen ini mencapai Rp 3,2 triliun, tumbuh 41% secara tahunan.

Pertumbuhan terhadap pendapatan bruto melampaui pertumbuhan GTV, yang disebabkan oleh take rate yang lebih tinggi, yaitu 173 basis poin atau lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia