Jumat, 15 Mei 2026

Timah (TINS) Laba Bersihnya Naik 301%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Sep 2022 | 09:31 WIB
BAGIKAN
PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)
PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id ‐ PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2022. TINS berhasil membukukan laba sebesar Rp 1,08 triliun atau naik 301%.

Dalam keterangan resmi perseroan, dikutip Jumat (2/9/2022), dijelaskan bahwa pulihnya ekonomi  global sebagai dampak dari meredanya Covid‐19 berimbas pada kinerja finansial TINS periode  semester I-2022. 

Dalam periode ini, TINS berhasil membukukan laba sebesar Rp 1,08 triliun atau naik 301% dibandingkan semester I-2021. Pertumbuhan kinerja anak perusahaan dan melesatnya harga jual logam sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perseroan. 

ADVERTISEMENT

Produksi bijih timah pada semester I-2022 tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11.457 ton. Dari jumlah tersebut 39% atau 3.829 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 61% atau 6.072 ton berasal dari penambangan laut.

Produksi logam timah semester I-2022 turun sebesar 26% menjadi 8.805 Mton dari periode enam bulan pertama 2021 sebesar 11.915 Mton. 

Adapun penjualan logam timah tercatat sebesar 9.942 Mton atau turun sebesar 21% dibandingkan  periode semester I-2021 sebesar 12.523  Mton. Harga jual rerata logam timah pada paruh pertama 2022 sebesar US$ 41.110 per Mton atau naik signifikan 48% dibandingkan semester I-2021 sebesar US$ 27.858 per Mton.

Pada semester I-2022, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7,479 triliun atau naik 27% jika  dibandingkan  periode  semester I-2021 yang berjumlah Rp 5,87 triliun, laba operasi naik 127%  menjadi Rp 1,427 triliun (6M21: Rp 630  miliar], laba bersih naik 301% menjadi Rp 1,082 triliun (6M21: Rp 270 miliar).

Meningkatnya laba bersih didukung karena ‘cantiknya’ performa harga jual logam timah selama periode 6M22, dengan rerata harga US$ 41.110/Mton. Membaiknya profitabilitas perseroan terlihat pula dari  naiknya EBITDA sebesar 82% menjadi Rp 1,9 triliun (6M21: Rp 1 triliun).

Posisi nilai aset perseroan pada kuartal II‐2022 sebesar Rp 14,4 triliun atau turun 2% dibandingkan akhir tahun 2021 sebesar Rp 14,7 triliun. Posisi liabilitas sebesar Rp 7,3 triliun atau turun 13% dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp 8,4 triliun, sedangkan posisi ekuitas naik 12% menjadi Rp 7,1 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp 6,3 triliun.

Posisi kas dan setara kas perseroan naik 51% menjadi Rp 1,9 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,3 triliun. Pinjaman bank dan utang obligasi pada 6M22 turun signifikan menjadi Rp3,6 triliun dari sebelumnya Rp 5,1 triliun.

Indikasi baiknya performa finansial perseroan terlihat dari beberapa rasio seperti quick ratio sebesar 43%, current ratio sebesar 157%, gross profit margin sebesar 26%, net profit margin sebesar 14%, debt to asset ratio sebesar 25%, dan debt to equity ratio sebesar 52%.

“Untuk menjaga pertumbuhan kinerja, TINS memacu kinerja anak usaha. Kontribusi anak usaha segmen  nonpertimahan di tahun 2022 diperkirakan meningkat menjadi 28% terhadap laba bersih konsolidasian perseroan,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah Fina Eliani.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia