Jumat, 15 Mei 2026

Siapkan Private Placement Rp 24 Triliun, Begini Rekomendasi dan Target Saham BUMI

Penulis : Parluhutan Situmorang
4 Sep 2022 | 18:23 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih layak untuk dikoleksi. Hal ini didukung oleh faktor pelepasan saham via private placement atau tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) untuk melunasi utang. Harga saham BUMI juga didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual batu bara yang diperkirakan masih kuat hingga akhir 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BE), harga saham BUMI telah melesat ke level tertinggi baru dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menjadi Rp 178 pada akhir pekan lalu. Berlanjutnya penguatan harga didukung oleh rilis kinerja keuangan dengan lonjakan laba bersih hingga Juni 2022.

Terhitung sejak awal tahun hingga pekan lalu, saham BUMI telah menguat sebesar 165,67% dari Rp 67 menjadi Rp 178. Harga tersebut merupakan level tertinggi setidaknya dalam tiga tahun terakhir atau sejak 24 Januari 2019.

ADVERTISEMENT

Meski harga saham telah melesat sepanjang tahun ini, bagaimana sebenarnya potensi hingga akhir 2022? Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Prasetya Gunadi justru memberikan target harga yang tinggi atas saham BUMI dengan rekomendasi beli.

Samuel Sekuritas dalam risetnya merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp 305. Dengan harga penutupan saham BUMI Rp 178 akhir pekan lalu, maka terbuka potensi kenaikan harga saham BUMI hingga 71%.

Samuel Sekuritas membeberkan sejumlah alasan rekomendasi tersebut, yaitu Bumi Resources berencana menerbitkan saham baru dengan jumlah sebanyak 200 miliar saham dengan harga pelaksanan Rp 130 per saham. Saham tersebut akan dimanfaatkan untuk melunasi sisa utang obligasi perseroan dengan perkiraan US$ 1,54 miliar atau hampir Rp 24 triliun.

Jika penjualan saham baru ini berhasil dilaksanakan, Bumi Resources bisa membayarkan seluruh utang dalam PKPU senilai US$ 1,54 miliar. “Hal ini tentu akan menjadi katalis positif bagi perseroan dengan potensi penurunan beban bunga hingga US$ 130 juta tahun ini. Hal tersebut akan menambah 15% terhadap EPS dan menjadikan Bumi Resources menjadi perusahaan dengan kas bersih tahun 2023,” tulis Jonathan dan Prasetya dalam riset terbaru.

Terkait produksi, mereka menyebutkan bahwa total volume produksi batu bara BUMI akan meningkat menjadi 81,6 juta ton pada 2022. Rata-rata harga jual batu bara perseroan mencapai US$ 114 per ton atau lebih rendah dari target manajemen sekitar US$ 120-125 per ton. Sedangkan biaya produksi atau production cash cost diperkirakan mencapai US$ 46 per ton.

Dengan berbagai asumsi tersebut, laba bersih BUMI diproyeksikan melesat 238% menjadi US$ 570 juta pada 2022 dan diperkirakan turun tipis menjadi US$ 512 juta pada 2023. Namun, laba bersih perseroan berpeluang melesat menjadi US$ 587 juta pada 2023 dengan asumsi penerbitan saham baru terlaksana.

Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan pendapatan BUMI dari US$ 1 miliar pada 2021 menjadi US$ 2,28 miliar pada 2022 dan menjadi US$ 1,98 miliar pada 2023. Sedangkan laba bersih diperkirakan senilai US$ 568 juta pada 2022 dan menjadi US$ 512 pada 2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia