Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)

Siapkan Private Placement Rp 24 Triliun, Begini Rekomendasi dan Target Saham BUMI

Minggu, 4 Sep 2022 | 18:23 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih layak untuk dikoleksi. Hal ini didukung oleh faktor pelepasan saham via private placement atau tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) untuk melunasi utang. Harga saham BUMI juga didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual batu bara yang diperkirakan masih kuat hingga akhir 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BE), harga saham BUMI telah melesat ke level tertinggi baru dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menjadi Rp 178 pada akhir pekan lalu. Berlanjutnya penguatan harga didukung oleh rilis kinerja keuangan dengan lonjakan laba bersih hingga Juni 2022.

Baca juga: Super! Bumi Resources (BUMI) Mau Private Placement Rp 24 Triliun, Investornya Terafiliasi

Terhitung sejak awal tahun hingga pekan lalu, saham BUMI telah menguat sebesar 165,67% dari Rp 67 menjadi Rp 178. Harga tersebut merupakan level tertinggi setidaknya dalam tiga tahun terakhir atau sejak 24 Januari 2019.

Advertisement

Meski harga saham telah melesat sepanjang tahun ini, bagaimana sebenarnya potensi hingga akhir 2022? Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Prasetya Gunadi justru memberikan target harga yang tinggi atas saham BUMI dengan rekomendasi beli.

Samuel Sekuritas dalam risetnya merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp 305. Dengan harga penutupan saham BUMI Rp 178 akhir pekan lalu, maka terbuka potensi kenaikan harga saham BUMI hingga 71%.

Samuel Sekuritas membeberkan sejumlah alasan rekomendasi tersebut, yaitu Bumi Resources berencana menerbitkan saham baru dengan jumlah sebanyak 200 miliar saham dengan harga pelaksanan Rp 130 per saham. Saham tersebut akan dimanfaatkan untuk melunasi sisa utang obligasi perseroan dengan perkiraan US$ 1,54 miliar atau hampir Rp 24 triliun.

Baca juga: Bumi Resources (BUMI) Buka-bukaan soal Laba Bersih Terbang 8.700% Lebih

Jika penjualan saham baru ini berhasil dilaksanakan, Bumi Resources bisa membayarkan seluruh utang dalam PKPU senilai US$ 1,54 miliar. “Hal ini tentu akan menjadi katalis positif bagi perseroan dengan potensi penurunan beban bunga hingga US$ 130 juta tahun ini. Hal tersebut akan menambah 15% terhadap EPS dan menjadikan Bumi Resources menjadi perusahaan dengan kas bersih tahun 2023,” tulis Jonathan dan Prasetya dalam riset terbaru.

Terkait produksi, mereka menyebutkan bahwa total volume produksi batu bara BUMI akan meningkat menjadi 81,6 juta ton pada 2022. Rata-rata harga jual batu bara perseroan mencapai US$ 114 per ton atau lebih rendah dari target manajemen sekitar US$ 120-125 per ton. Sedangkan biaya produksi atau production cash cost diperkirakan mencapai US$ 46 per ton.

Baca juga: Boy Thohir Buka-bukaan soal Laba Gede Adaro (ADRO), Bakal Ada Dividen Interim?

Dengan berbagai asumsi tersebut, laba bersih BUMI diproyeksikan melesat 238% menjadi US$ 570 juta pada 2022 dan diperkirakan turun tipis menjadi US$ 512 juta pada 2023. Namun, laba bersih perseroan berpeluang melesat menjadi US$ 587 juta pada 2023 dengan asumsi penerbitan saham baru terlaksana.

Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan pendapatan BUMI dari US$ 1 miliar pada 2021 menjadi US$ 2,28 miliar pada 2022 dan menjadi US$ 1,98 miliar pada 2023. Sedangkan laba bersih diperkirakan senilai US$ 568 juta pada 2022 dan menjadi US$ 512 pada 2023.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com