Jumat, 15 Mei 2026

Telkom (TLKM) Buka-bukaan soal Restrukturisasi Bisnis Data Center, Diungkap Targetnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Sep 2022 | 09:08 WIB
BAGIKAN
Data Center Telkom. (Ist)
Data Center Telkom. (Ist)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkait restrukturisasi bisnis perseroan dan fokus bisnis ke depan dari masing-masing anak usaha. Permintaan BEI itu terungkap dari keterbukaan informasi Telkom.

Selain meminta penjelasan mengenai restrukturisasi dan fokus bisnis anak usaha, khususnya terkait pengalihan bisnis data center dari PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) ke PT Telkom Data Ekosistem (TDE), BEI juga meminta kepastian kapan target restrukturisasi bisnis di Grup Telkom selesai.

Pgs VP Investor Relation Telkom Raden Achmad Faisal memberikan jawaban bahwa dalam rangka meningkatkan competitive advantages dan sustainable competitive growth, perseroan melakukan restrukturisasi bisnis data center melalui konsolidasi bisnis dan aset data center TelkomGroup ke dalam satu entitas, yaitu TDE yang diharapkan akan dapat diselesaikan pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

“Konsolidasi tersebut ditujukan untuk mengakselerasi peningkatan kapabilitas portofolio data center serta mendukung pembangunan ekosistem bisnis data center TelkomGroup. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan value bisnis data center di masa mendatang,” jelas Raden Achmad dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (9/9/2022).

Ke depannya, lanjut dia, TelkomSigma akan bertransformasi menjadi B2B IT services company yang berfokus pada tiga portofolio utama yaitu cloud, IT services, dan digital services. Dengan dialihkannya bisnis data center TelkomSigma ke TDE, maka TDE akan menjadi konsolidator bisnis data center TelkomGroup sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan akan lebih optimal serta memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibanding kompetitor.

Raden menambahkan bahwa Hyperscale Data Center Cikarang sudah beroperasi sesuai rencana awal, dengan kapasitas IT load awal 1,75 Mega Watt (MW). Adapun untuk mencapai full capacity HDC, saat ini dalam proses penyelesaian Campus 1 Lantai 2, 3, dan 4 serta pengembangan/ekspansi Campus 2 dan 3.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia