Jumat, 15 Mei 2026

Hasrat Indika (INDY) Jadi Perusahaan Investasi Terdiversifikasi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Sep 2022 | 13:07 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasyid memperkenalkan motor listrik besutan Indika, ALVA beberapa waktu lalu. (Foto ilustrasi: Instagram/@arsjadrasyid)
Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasyid memperkenalkan motor listrik besutan Indika, ALVA beberapa waktu lalu. (Foto ilustrasi: Instagram/@arsjadrasyid)

JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah melakukan diversifikasi bisnis dan berkomitmen menjadi perusahaan investasi terdiversifikasi atau multisektor.

“Sebelumnya Indika lebih dikenal sebagai perusahaan yang lebih banyak bergerak d bidang tambang mineral. Sebelumnya kita punya pilar itu ada di mining resources, mining services, mining infrastructure. Ke depannya kita lagi mentransformasi, gak hanya fokus di single tapi juga kita lihat kesempatan-kesempatan yang lain,” jelas Head of Investor Relations Indika Energy, Ricardo Silaen dalam acara bincang-bincang di kanal YouTube Mirae Asset Sekuritas dikutip Jumat (9/9/2022).

Dia menambahkan bahwa perseroan menetapkan target pendapatan 50:50, baik dari coal dan non-coal pada 2025. Sehingga, perseroan akan terus mengembangkan sayapnya di sejumlah sektor, di luar batu bara.

ADVERTISEMENT

“Jadi kita melihat beberapa sektor yang menurut kita menarik dan kita ingin menjadi lebih sebagai invesments holding company yang memang punya kapasitas dan kapabilitas di beberapa sektor yang menurut kita sangat menarik,” ungkap Ricardo.

Beberapa sektor yang dilirik Indika, lanjut dia, di antaranya adalah mineral (tambang emas), green business (lewat kendaraan listrik), dan natural base solution.

“Prioritasnya saat ini termasuk ada di mineral seperti tambang emas, kemudian kita juga masuk ke green business di mana kita sedang develop electric two wheelers maupun nanti ke depannya mungkin four wheelers, ada juga natural base solution di mana ada kita produksi wood pellet maupun masuk carbon offset, carbon trading dan juga juta ada solar PV, energi terbarukan,” papar Ricardo.

“Di sisi lain, kita juga punya bisnis lain digital ventures yang fungsinya adalah memberikan support kepada bisnis-bisnis ini supaya bisnis kita lebih efisien lebih terintegrasi,” lanjut dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia