Mantap! Jumlah Perusahaan Tercatat di BEI Tembus 810 Emiten
JAKARTA, investor.id – Pada pekan ini, pencatatan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan satu pencatatan saham baru, yaitu saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Kehadiran COAL menambah jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi 44 emiten sepanjang 2022. Sedangkan total seluruh perusahaan tercatat di BEI tembus menjadi 810 emiten.
COAL resmi tercatat di Papan Pengembangan BEI pada 7 September 2022. COAL merupakan perusahaan tercatat ke-44 di BEI pada tahun 2022 dan bergerak pada sektor Energy dengan subsektor Oil, Gas, and Coal. Adapun Industri COAL adalah Coal dengan subindustri Coal Production
Sebelumnya Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga tanggal 2 September 2022, terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI. Sebanyak 23 calon perusahaan tercatat itu membidik total dana Rp 9,5 triliun dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
“Beberapa di antaranya dari perusahaan tersebut menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun,” ungkap Nyoman Yetna, belum lama ini.
Nyoman menjelaskan, klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK No. 53/POJK.04/2017 adalah empat perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar), lima perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50-250 miliar), dan 14 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar).
Sedangkan rincian sektornya, Nyoman menjelaskan satu perusahaan dari sektor bahan baku, dua perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, satu perusahaan dari sektor konsumen primer, empat perusahaan dari sektor konsumen non-primer, empat perusahaan dari sektor teknologi, tiga perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor keuangan, dan satu perusahaan dari sektor properti & real estat, serta satu perusahaan dari sektor infrastruktur.
Saat ini, lanjut dia, perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham merupakan perusahaan yang masih dalam tahap evaluasi di BEI maupun perusahaan yang belum mendapatkan izin publikasi dari OJK. “Hingga saat ini kami belum dapat menyampaikan informasi terkait pipeline perusahaan tercatat saham sebelum ada izin publikasi dari OJK,” papar Nyoman.
Berdasarkan catatannya, Nyoman mengatakan, sampai saat ini masih terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham dan berpotensi mengalami penambahan. “Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun supervisi dari OJK dan SRO, serta kepercayaan dari stakeholders pasar modal. Diharapkan dapat memberikan iklim positif bagi pasar modal Indonesia di masa mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut Nyoman mengatakan, per 31 Agustus 2022, dana yang dihimpun dari IPO saham sebesar Rp 21,6 triliun. Dari sisi jumlah perusahaan tercatat, mengalami peningkatan 15 perusahaan atau 53,5% year on year (yoy) dimana tahun 2022 sebanyak 43 perusahaan. Sedangkan 2021 terdapat 28 perusahaan yang mencatatkan sahamnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

