Jumat, 15 Mei 2026

Rampung Oktober, Perusahaan Patungan Kalbe (KLBF) di Filipina Beri Kontribusi Segini di 2023

Penulis : Lona Olavia
13 Sep 2022 | 14:50 WIB
BAGIKAN
Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).
Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyatakan, Kalbe Ecossential International (KEI) yang merupakan perusahaan patungan (joint venture/JV) antara PT Kalbe International Pte Ltd (KI) dan Ecossential Foods Corp (EFC) akan rampung pada bulan Oktober esok. Adapun, pembentukan perusahaan patungan tersebut telah dilakukan pada 25 Agustus 2022.

Kalbe Ecossential International yang berkedudukan di Filipina merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan dan distribusi produk dan jasa kesehatan. Di mana, akan fokus pada tiga area seperti diabetes, kardiovaskuler, dan vaksin.

Dengan demikian, maka KEI akan mulai memberikan kontribusi ke pendapatan Kalbe Farma pada tahun 2023 mendatang. Apalagi, perseroan memang sedang menggenjot kontribusi ekspor perseroan dari saat ini yang baru 5% menjadi 10% ke depannya.

ADVERTISEMENT

“Pastinya akan kita selesaikan transaksinya bulan Oktober, akhir bulan depan sudah selesai. Baru setelah itu kita bisa expose terkait nilainya. Untuk kontribusinya kita percaya dari akuisisi ini akan tambah 3%-4% ke pertumbuhan penjualannya Kalbe Farma. Efeknya (secara keuangan, red) akan full year ke 2023,” ujar Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

Karmin menuturkan, pasar Filipina amat penting bagi perseroan. Apalagi, Filipina memiliki beberapa hal yang sama dengan Indonesia, di mana sama-sama merupakan negara kepulauan. Filipina juga merupakan negara terbesar ke dua dari segi demografis di Asia Tenggara, setelah Indonesia.

“Kita sudah masuk dengan produk consumer health seperti Extra Joss, kita akan perkuat untuk produk nutrisi,” katanya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjelaskan, KEI didirikan dengan modal dasar sebesar 130 juta peso Filipina atau setara Rp 34,07 miliar.

"Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 30 juta Peso Filipina, dengan masing-masing bagian kepemilikan saham KEI adalah KI sejumlah 18 juta Peso Filipina (60%) dan EFC sebanyak 12 juta Peso Filipina (40%)," ujar Lukito.

Dia pun menyebut, pendirikan KEI bertujuan untuk menunjang kegiatan usaha perseroan. Belum lama ini, emiten berkode saham KLBF tersebut juga mengumumkan pembelian 80% saham PT Aventis Pharma dari Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH.

Akuisisi tersebut ditandai dengan penandatangangan perjanjian jual beli saham (Share Purchase Agreement/SPA) pada 22 Juli 2022 antara Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH sebagai penjual, serta KLBF sebagai pembeli.

Dalam SPA tersebut diputuskan bahwa KLBF akan memiliki 80% saham Aventis Pharma, termasuk fasilitas produksi yang berlokasi di Jakarta, aset dan hak distribusi, serta pemasaran obat resep dan vaksin Sanofi di Indonesia. Pengalihan kepemilikan di Aventis Pharma ini akan efektif pada kuartal IV-2022.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia