Jumat, 15 Mei 2026

Wijaya Karya (WIKA) Ingin 6 Anak Usaha IPO

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Sep 2022 | 15:34 WIB
BAGIKAN
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Perseroan)
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merencanakan enam anak usahanya menjadi public listed company.

Hal itu nantinya dilakukan dengan menggelar initial public offering (IPO) dan kemudian mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa tahun ke depan.

Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menjelaskan, WIKA Holding memiliki bisnis utama yaitu infrastruktur, gedung, energi dan industrial plant, serta operasi luar negeri. Selain itu, WIKA memiliki delapan anak usaha.

ADVERTISEMENT

“Di mana, dua di antaranya, yaitu Wika Beton yang bergerak di bidang industri beton pracetak dan Wika Gedung yang bergerak di high rise building itu sudah public listed company,” ungkap Mahendra dalam Public Expose Live 2022 WIKA, Selasa (13/9/2022).

Sedangkan, enam anak usaha WIKA lainnya, yaitu Wika Industri dan Konstruksi (bergerak di bidang steel structure manufacturing), Wika Rekayasa Industri (operation and maintenance engineering), Wika Realty (properti dan realty, juga masuk ke industri hospitality atau perhotelan), Wika Bitomen (mengelola produksi aspal alam), Wika Serang Panimbang (badan usaha jalan tol), dan Wika Tirta Jaya Jatiluhur (pengolahan air bersih).

Mahendra mengatakan, enam perusahaan tersebut masih berstatus perusahaan tertutup. Namun, keenamnya direncanakan menjadi perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI.

“Dan memang enam perusahaan ini masih merupakan perusahaan tertutup, yang memang direncanakan juga akan public listed di beberapa tahun ke depan,” papar Mahendra.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia