Wijaya Karya (WIKA) Ingin 6 Anak Usaha IPO
JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merencanakan enam anak usahanya menjadi public listed company.
Hal itu nantinya dilakukan dengan menggelar initial public offering (IPO) dan kemudian mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga:
Rampung Oktober, Perusahaan Patungan Kalbe (KLBF) di Filipina Beri Kontribusi Segini di 2023Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menjelaskan, WIKA Holding memiliki bisnis utama yaitu infrastruktur, gedung, energi dan industrial plant, serta operasi luar negeri. Selain itu, WIKA memiliki delapan anak usaha.
“Di mana, dua di antaranya, yaitu Wika Beton yang bergerak di bidang industri beton pracetak dan Wika Gedung yang bergerak di high rise building itu sudah public listed company,” ungkap Mahendra dalam Public Expose Live 2022 WIKA, Selasa (13/9/2022).
Sedangkan, enam anak usaha WIKA lainnya, yaitu Wika Industri dan Konstruksi (bergerak di bidang steel structure manufacturing), Wika Rekayasa Industri (operation and maintenance engineering), Wika Realty (properti dan realty, juga masuk ke industri hospitality atau perhotelan), Wika Bitomen (mengelola produksi aspal alam), Wika Serang Panimbang (badan usaha jalan tol), dan Wika Tirta Jaya Jatiluhur (pengolahan air bersih).
Mahendra mengatakan, enam perusahaan tersebut masih berstatus perusahaan tertutup. Namun, keenamnya direncanakan menjadi perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI.
“Dan memang enam perusahaan ini masih merupakan perusahaan tertutup, yang memang direncanakan juga akan public listed di beberapa tahun ke depan,” papar Mahendra.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






