Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)

Bukit Asam (PTBA) Incar Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Masa

Selasa, 13 Sep 2022 | 22:46 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan laba bersih bisa menembus Rp 10 triliun pada 2022, rekor tertinggi sepanjang masa. Optimisme ini seiring meningkatnya permintaan dan harga batu bara yang membantu kinerja perseroan.

“Kalau kita lihat pencapaian laba bersih semester I-2022 Rp 6,2 triliun, kami tentu saja berharap nanti pencapaian full year bisa paling tidak double digit. Itu pun merupakan track record baru tertinggi yang bisa diperoleh PTBA sepanjang sejarah,” ungkap Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bukit Asam Farida Thamrin pada acara Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Kinerja Bukit Asam (PTBA) Melesat, Target Harga Saham Direvisi Naik

Dia menyebutkan, indeks harga batu bara Newcastle pada kuartal III-2022 menembus level tertinggi yakni US$ 400 per ton, dari sebelumnya berada di kisaran harga US$ 250 per ton pada awal tahun. Indonesian Coal Index (ICI) juga meningkat sampai melebihi level US$ 100 per ton pada kuartal II-2022.

Advertisement

Dalam setengah tahun pertama 2022, PTBA mencatatkan peningkatan produksi dan penjualan batu bara, masing-masing 20% (yoy) dan 13% (yoy) menjadi 15,9 juta ton dan 14,6 juta ton. Perseroan menargetkan untuk memproduksi batu bara sekitar 36 juta ton dengan volume angkutan sebesar 31,5 juta ton hingga akhir 2022. Adapun volume penjualan ditargetkan mencapai 37,1 juta ton.

Baca juga: Transformasi, Adaro (ADRO) Tinggalkan Batu Bara?

“Dari angka tersebut, semester pertama pencapaian kami sudah sesuai rencana. Selebihnya, kami optimistis kondisi semester kedua, angka yang akan bisa kami capai sampai akhir tahun kurang lebih 36 juta ton batu bara,” tutur Farida.

Sementara itu, pendapatan dan laba bersih PTBA semester I-2022 naik masing-masing 79% (yoy) dan 246% (yoy) menjadi Rp 18,4 triliun dan Rp 6,2 triliun. EBITDA perseroan pada Januari-Juni 2022 juga naik menjadi Rp 8,5 triliun atau 188% (yoy).

“Kami sejak tahun lalu juga konsisten menjaga kas. Kas dan setara kas kami sampai semester I-2022 bisa mencapai Rp 11,1 triliun, meningkat 97% (yoy). Kita juga sama-sama tahu bahwa harga jual rata-rata batu bara semester pertama ini adalah Rp 1,2 juta per ton,” sambung Farida.

Porsi penjualan ekspor batu bara PTBA juga meningkat dari 33% pada kuartal I-2022 menjadi 38% di kuartal II-2022. Peningkatan pada kuartal kedua itu menyebabkan porsi ekspor pada semester I-2022 tercatat sebesar 35% dari seluruh penjualan.

Baca juga: Bos Adaro Minerals (ADMR) Terus Terang soal Dividen

"Average selling price (ASP) atau harga jual rata-rata pada kuartal II-2022 tercatat sebesar Rp 1,3 juta per ton, naik 14% dibanding kuartal I-2022 karena peningkatan porsi penjualan ekspor," kata Farida.

Peningkatan ekspor tersebut disebabkan suplai batu bara ke India meningkat 2 juta ton secara tahunan (yoy), diikuti peningkatan penjualan ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur seperti Thailand, Korea Selatan, dan Kamboja. India menjadi tujuan ekspor terbesar PTBA dengan porsi mencapai 18% dari total penjualan. Diikuti Korea Selatan 4%, Thailand 3%, Tiongkok 2%, dan Kamboja 2%.

PTBA juga memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penjajakan pada pasar Eropa dengan melakukan pengiriman batu bara ke Italia dan negara Eropa lainnya. Farida mengaku, perusahaan terus meningkatkan porsi ekspor secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan dalam negeri. Hingga semester I-2022, porsi pemenuhan batu bara domestik dari PTBA mencapai 65%.

Baca juga: Terbaru! Laba Bersih Black Diamond (COAL) Terbang 1.382%

“Dengan masih tingginya harga batu bara serta peningkatan kebutuhan dan permintaan ekspor, perusahaan optimistis dapat terus meningkatkan kinerja hingga akhir 2022," tegas Farida.

Khusus belanja modal, dia mengumumkan bahwa realisasi capex PTBA per semester I-2022 bisa dihitung telah mencapai 41%. Namun karena ada beberapa bagian yang proses administrasinya masih menunggu, pencatatan realisasi capex semester pertama ini baru 24%. Perseroan terus berupaya agar capex tahun ini senilai Rp 2,9 triliun bisa terealisasi secara optimal sampai akhir 2022.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com