Kamis, 14 Mei 2026

Kapan Bank Digital BCA IPO? Ini Bocorannya

Penulis : Lona Olavia
14 Sep 2022 | 13:34 WIB
BAGIKAN
Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).
Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan akan terus siap untuk melakukan tambahan modal ke PT Bank Digital BCA (blu by BCA Digital), anak usaha perseroan di bisnis bank digital. Penambahan modal tersebut seiring dengan rencana perseroan untuk BCA Digital yang dapat melantai di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto mengatakan, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk Blu menjadi perusahaan go public, salah satunya dari segi size dan profitabilitas. Blu sendiri baru berdiri 1 tahun dan memiliki potensi yang besar.

“Kita bantu perkembangan mereka (Blu) dulu, nanti lihat kedepan, kalau bisnisnya sudah bagus, pertumbuhannya bagus, sudah profit  baru kemungkinan besar kita akan masuk ke pasar. Itupun tergantung perekonomian. Jadi, belum ada target (IPO). Lihat dulu kedepannya. Harus dibesarin dulu banknya,” katanya dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

ADVERTISEMENT

Tahun lalu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sempat mengungkapkan, BCA sedang melakukan persiapan IPO secara matang agar Bank Digital BCA nantinya diminati investor. “Kalau kita mau menyajikan sesuatu, harus yang bermutu, berkualitas baik. Oleh sebab itu kita mempersiapkan. Kalau mau cepat IPO sih sebenarnya bisa, tetapi untuk Bank BCA Digital ini kita persiapkan secara matang 1 tahun ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menambahkan, BCA selaku induk usaha BLU, pada akhir tahun lalu baru saja menyuntikkan dana segar sehingga modal BLU saat ini sudah mencapai Rp 4 triliun.

“Tapi, kalau peraturan meminta kita untuk meningkatkan modal lagi, kita akan mendukung dan jika bisnisnya berkembang dengan cepat, BCA bank yang banyak memiliki capital akan mendukung aktivitas di bank digital kami,” tambah Raymond.

Untuk informasi, Bank Digital BCA kini telah memiliki lebih dari 806.000 nasabah di usianya yang genap 1 tahun pada 22 Juli 2022. Selama setahun beroperasi, blu telah berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 4,4 triliun.

Dari total DPK tersebut, blu juga telah menyalurkan kredit lewat chanelling, joint financing, dan penyaluran langsung ke nasabah sebesar Rp 1,75 triliun.

Anak usaha Bank BCA ini telah melayani sebanyak 15,4 juta transaksi selama satu tahun dengan total transaksi sebesar Rp 36 triliun. Jumlah transaksi keuangan di platform blu by BCA Digital ini di antaranya berasal dari pembelian dan pembayaran QRIS serta tagihan sebesar Rp 161 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia