Jumat, 15 Mei 2026

Di-upgrade! Saham Elnusa (ELSA) Menuju Level Rp 600

Penulis : Parluhutan Situmorang
15 Sep 2022 | 08:48 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di proyek Elnusa. Foto: Elnusa
Kegiatan di proyek Elnusa. Foto: Elnusa

JAKARTA, Investor.id -  Sejumlah fund manager dikabarkan menaikkan target harga atau upgrade saham PT Elnusa Tbk (ELSA) ke level Rp 600, seiring dengan valuasi yang masih murah di tengah pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan.

Sumber Investor Daily menyebutkan bahwa upgrade saham ELSA menggambarkan lonjakan laba bersih perseroan sebanyak 974% menjadi Rp 226,33 miliar hingga semester I-2022. “Lonjakan laba bersih tersebut memperkuat keyakinan terhadap realisasi kinerja keuangan tahun ini bakal terlampaui,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

Secara valuasi, menurut dia, saham ELSA baru ditransaksikan dengan PER 5,68 kali atau tergolong masih rendah dibandingkan dengan agresifnya ekspansi bisnis minyak dan gas global. Peningkatan aktivitas tersebut secara langsung berimbas positif terhadap perseroan.

ADVERTISEMENT

Sedangkan dari sisi book value, nilai saham ELSA mencapai Rp 552,14 atau jauh di atas harga pasar saat ini Rp 352 per saham atau ditransaksikan baru 0,64 kali BV perseroan.

Penguatan harga saham ELSA juga didukung keberhasilan perseroan merealisasikan kontrak kerja konsolidasi di tangan sampai awal September 2022 mencapai 80% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan 2022. Hal ini memperkuat optimisme pencapaian target kinerja keuangan tahun ini.

Sebelumnya, Manager of Corporate Communications Elnusa Jayanty Oktavia Maulina mengatakan, dari realisasi kontrak yang telah dicatatkan oleh perseroan terdiri atas proyek jasa hulu migas sebesar 33%, Jasa Distribusi dan Logistik Energi sebesar 59%, dan sisanya 8% bersal dari pengerjaan jasa penunjang migas. Adapun kontrak tersebut didominasi dari Pertamina Group sebesar 69% dan dari luar grup mencapai 31%.

Manajemen Elnusa menargetkan pendapatan dari jasa hulu minyak dan gas bumi hingga akhir 2022 hingga Rp 3,15 triliun. Kontribusi terbesar diharapkan berasal dari oilfield services sebesar Rp 1,9 triliun, sisanya dari geoscience & reservoir services senilai Rp 800 miliar, dan EPC-OM services sebesar Rp 350 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia