Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Lanjutkan Pelemahan

Penulis : Indah Handayani
16 Sep 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Kelapa sawit - CPO
Kelapa sawit - CPO

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (15/9/2022). Dengan demikian, harga CPO telah mengalami pelemahan dalam dua hari perdagangan berturut-turut.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (15/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 turun 116 Ringgit Malaysia menjadi 3.659 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 merosot 132 Ringgit Malaysia menjadi 3.724 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkoreksi 134 Ringgit Malaysia menjadi 3.856 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terkikis 140 Ringgit Malaysia menjadi 3.824 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 turun 125 Ringgit Malaysia menjadi 3.880 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 merugi 124 Ringgit Malaysia menjadi 3.914 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO masih bergerak pada tren bearish. Sentimen penggeraknya masih dipengaruhi oleh pasokan CPO yang meningkat dari negara produsen utama ke pasar global ditengah produksi yang juga dilaporkan meningkat.

“Sehingga dari situasi ini mengindikasikan bahwa laju ekspor yang meningkat lebih disebabkan karena harga yang kompetitif di antara negara produsen. Alhasil, mendorong harga menjadi bearish,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (15/9/2022).

Pada Jumat (16/9/2022), Yoga mengatakan, melihat dari indikator pasar saat ini, dimana sentimennya lebih banyak berdampak negatif pada harga CPO. Besar kemungkinan harga CPO masih akan bertahan pada tren bearish.

Menurut Yoga, indikator yang dipantau adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode paruh pertama September. Ditambah lagi, perkembangan usulan pencabutan kebijakan DMO, isyarat peningkatan program mandatori biodiesel Indonesia, dan perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.

“Untuk harga CPO jelang akhir pekan ini berpotensi menemui resistance terdekat di level 4.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menuju support terdekat di level 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia