Jumat, 15 Mei 2026

Sido Muncul (SIDO) Percepat Eksekusi Strategi Pendongkrak Kinerja

Penulis : Zsazya Senorita
16 Sep 2022 | 23:20 WIB
BAGIKAN
Salah satu kegiatan di pabrik Sido Muncul (SIDO). Foto: b1Photo
Salah satu kegiatan di pabrik Sido Muncul (SIDO). Foto: b1Photo

JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah membidik pangsa pasar Ghana, Kamerun, Kenya, Vietnam, dan Tiongkok sebagai negara tujuan ekspor produk-produk herbal dan suplemen. Upaya ini diyakini dapat memacu kinerja perseroan yang terkoreksi secara tahunan (yoy) pada semester I-2022.

“Untuk mendukung kinerja Sido Muncul di sisa akhir tahun ini, kami akan mempercepat eksekusi strategi inisiatif ekspor, salah satunya mempercepat registrasi produk dan peluncurannya. Kami akan meluncurkan produk Tolak Angin di Malaysia serta produk minuman STMJ di Nigeria tahun ini,” ujar Investor Relation Sido Muncul Billy Utama pada Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja segmen herbal dan suplemen di Indonesia, Sido Muncul memilih fokus pada program pemasaran dan promosi yang secara langsung memberikan stimulan bagi pelanggan, baik melalui kanal penjualan luring maupun daring.

ADVERTISEMENT

Dalam enam bulan pertama tahun ini, penjualan perseroan turun 2,6% menjadi Rp 1,61 triliun dari Rp 1,65 triliun pada periode sama tahun lalu. Lebih rinci, kinerja penjualan segmen herbal dan suplemen turun 6,9% (yoy). Namun sebaliknya, segmen food and beverages serta pharmaceutical naik masing-masing 3,5% dan 17% dibandingkan semester I-2021.

Sepanjang Januari-Juni 2022, SIDO juga mencatatkan penurunan pada laba operasi sebesar 10% dari periode sama tahun lalu. Laba bersih perseroan tercatat turun 11% (yoy) menjadi Rp 445,6 miliar. Billy mengungkapkan, perseroan berupaya menghemat biaya promosi dan iklan untuk mengimbangi penurunan penjualan dan membukukan rasio biaya iklan dari penjualan sebesar 7% pada semester I-2022.

Menurut Billy, turunnya penjualan herbal and supplement pada paruh pertama tahun dipengaruhi kenaikan harga rata-rata sejumlah bahan pangan dan kebutuhan pokok. Ia menyebutkan, mayoritas perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) menaikkan harga jual produk mereka di tengah kenaikan harga bahan baku saat ini.

“Hal ini membebani daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah. Kenaikan tersebut berdampak sehingga fokus alokasi pendapatan mereka sebagian besar diperuntukkan pemenuhan kebutuhan pokok terlebih dahulu dan mengurangi alokasi belanja untuk produk suplemen dan vitamin,” tutur dia.

Meski kinerja penjualan dan laba bersih sedikit tergerus, penjualan ekspor SIDO masih mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan di atas 80%. Hal ini membantu mengurangi dampak penurunan di pasar domestik.

Manajemen menginformasikan, saat ini kontribusi ekspor terhadap kinerja keuangan secara konsolidasi masih di kisaran 6,6,5% dan ditargetkan mencapai 7% hingga akhir 2022. Dalam jangka panjang, kinerja ekspor ditargetkan mampu berkontribusi di atas 10% pada 2-3 tahun ke depan.

Khusus belanja modal, Direktur Keuangan SIDO Leonard memaparkan bahwa perseroan baru merealisasikan capex sebesar Rp 64 miliar dari anggaran Rp 200 miliar. Dana ini, antara lain digunakan sebagai belanja modal pemeliharaan dan beberapa capex yang meneruskan program tahun lalu seperti green house. Proyek ini membantu petani menghasilkan panen yang lebih berkualitas dengan bibit dari perseroan

Leonard optimistis, kinerja perseroan pada paruh kedua tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan semester I-2022. “Umumnya kalau melihat sejarah, itu semester kedua jauh lebih baik (kinerja). Pertama karena ada musim hujan, laba juga pasti akan jauh lebih baik pada paruh kedua dibandingkan paruh pertama karena volumenya juga lebih bagus,” pungkasnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia