Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan di smelter PT Timah Tbk. Foto:  BeritaSatuPhoto/Defrizal

Kegiatan di smelter PT Timah Tbk. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Hadapi Penurunan Harga Timah, Begini Prospek Saham TINS

Senin, 19 Sep 2022 | 08:51 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan lompatan laba bersih sebesar 300,6% menjadi Rp 1,1 triliun sepanjang semester I-2022. Lonjakan tersebut menjadikan perolehan tersbut sudah sesuai dengan ekspektasi.

Baca juga: Timah (TINS) Laba Bersihnya Naik 301%

Namun, penurunan harga jual nikel akibat pengurangan permintaan global setelah ekonomi melambat bisa menjadi sentimen negatif terhadap kinerja TINS sampai akhir tahun ini. Kondisi tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk memangkas proyeksi target kinerja keuangan TINS tahun 2022-2023.

TINS membukukan peningkatan pendapatan sebesar 27,4% dari Rp 5,87 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp 7,47 triliun pada semester I-2022. Margin laba usaha juga meningkat dari 10,7% menjadi 19,1%. Sedangkan laba bersih melesat sebanyak 300,6% dari Rp 270 miliar menjadi Rp 1,08 triliun.

Advertisement

Baca juga: Habiskan Rp 1 Triliun, Timah (TINS) Segera Operasikan Smelter Berteknologi Mutakhir

Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo mengatakan, lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual komoditas timah bersamaan dengan penurunan biaya bunga. Dengan raihan tersebut, kinerja keuangan TINS sudah sesuai dengan ekspektasi.

Tetapi, memasuki kuartal terakhir tahun ini, TINS menghadapi tren penurunan harga jual timah. Jika Maret 2022 harga timah sempat melesat, namun menjelang September 2022 harga turun ke level US$ 20.525 per ton. Penurunan dipengaruhi oleh pelemahan permintaan bersamaan dengan kondisi keuangan global yang menipis.

Baca juga: Jaga Pertumbuhan Kinerja, Timah (TINS) Pacu Kontribusi Anak Usaha

Sentimen positif harga timah, ungkap dia, hanya datang dari peningkatan aktivitas ekonomi Tiongkok. Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk merevisi turun rata-rata harga jual komoditas timah tahun 2022-2023 menjadi US$ 31.500 dan US$ 32.000 per ton.

Revisi turun tersebut menyebabkan Ciptadana memangkas turun proyeksi kinerja keuangan TINS tahun ini. Perkiraan laba bersih direvisi turun dari Rp 2,1 triliun menjadi Rp 1,74 triliun. Sedangkan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 15,9 triliun menjadi Rp 15,42 triliun.

Meski demikian, saham TINS dipertahankan dengan rekomendasi beli dan target harga diturunkan dari Rp 2.800 menjadi Rp 2.300.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com