Semen Indonesia (SMGR) Siapkan Dana Rp 1,3 Triliun untuk Dekarbonisasi
JAKARTA, investor.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,3 triliun untuk merealisasikan program atau komitmen perseroan terhadap dekarbonisasi hingga 2030.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Indonesia Andriano Hosny mengatakan bahwa industri semen merupakan salah satu industri dengan emisi karbon terbesar. Pada 2021, emisi karbon perseroan tercatat mencapai 593 kg CO2 per ton semen. Karena itu, tahap pertama, perseroan berkomitmen untuk menekan karbon sebesar 27% hingga 2030.
Semen Indonesia juga akan melakukan substitusi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Hingga 2030, perseroan telah menetapkan target implementasi panel surya mencapai 580 megawatt (MW).
“Jadi, kami memang canangkan untuk menurunkan konsumsi listrik dengan target 20% sampai 2030. Total capex untuk melakukan program tersebut secara keseluruhan sekitar Rp 1,3 triliun. Ini kami sudah punya programnya dan akan dieksekusi mulai tahun ini di setiap pabrik kami selama tiga sampai empat tahun ke depan,” kata Hosny, baru-baru ini.
Bahkan untuk mendukung penuh program dekarbonisasi, emiten berkode saham SMGR ini akan memanfaatkan dana dari hasil rights issue. Di samping itu, dana tersebut juga akan dipakai untuk program environmental social, and governance (ESG) yang lain.
Yang tak kalah penting, selain dapat menekan emisi karbon, program dekarbonisasi juga dapat memberikan efisiensi biaya. “Program ini cukup memiliki efek ganda bukan hanya menurunkan karbon, tetapi juga bisa menggerakkan efisiensi biaya untuk bisa memitigasi terjadinya cost push atas kenaikan biaya-biaya yang ada,” ungkapnya.
Lebih lanjut, SMGR berencana menurunkan clinker factor. Sebab produksi klinker merupakan produksi yang memakan batu bara terbesar. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak akan berdampak terhadap kualitas semen hasil produksi SMGR.
Sebab kualitas semen bukan diukur dari clinker factor, melainkan dari aspek kemampuan daya retak dan kekuatan. Hal ini dilandasi oleh uji coba yang dilakukan oleh quality control. “Jadi tidak akan mengurangi kualitas,” tandasnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






