Suku Bunga Naik, Simak Sektor Saham Peluang Cuan Rekomendasi Analis
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Lantas, saham sektor apa yang berpeluang cuan?
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menyebutkan, kenaikan suku bunga acuan BI masih dapat direspons positif ke depannya oleh pelaku pasar, mengingat bank sentral Amerika Serikat (AS),The Fed, masih akan agresif dalam menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat masih menjadi daya tarik investor asing.
"Kenaikan suku bunga saat ini karena meredam inflasi akibat kenaikan harga komoditas. Hal ini akan berdampak pada sektor barang konsumsi karena daya beli yang melemah serta adanya kenaikan harga beban raw and material pada emiten barang konsumsi," jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (22/9/22).
Azis juga menyebutkan, dalam kondisi seperti ini sektor pertambangan diuntungkan dari kenaikan suku bunga. Sebab kenaikan suku bunga dapat menjadi ketertarikan bagi investor asing untuk masuk ke pasar. Di sisi lain, harga komoditas yang masih tinggi seperti batu bara masih bisa menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, Aziz merekomendasikan investor dapat mencermati saham-saham sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, maupun PTBA dengan rekomendasi hold atau trading buy dengan potensi upside 10%-15%.
Pada kesempatan terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, kenaikkan tingkat suku bunga akan membuat turunnya investasi, daya beli, konsumsi, serta mengurangi pendapatan perusahaan.
"Tentu dampak kenaikan tingkat suku bunga bukanlah merupakan sesuatu yang baik. Namun, kenaikan tingkat suku bunga merupakan sesuatu yang wajar, yang harus dilakukan di tengah situasi dan kondisi saat ini. Pelaku pasar dan investor diminta beradaptasi dan melakukan penyesuaian," kata dia.
Pilarmas Investindo tetap menyarankan saham sektor bank dengan BUKU 4, lalu saham barang konsumsi primer, infrastruktur, batu bara dan energi. Sebab beberapa sektor tersebut masih menjadi salah satu sektor andalan di tengah kenaikan tingkat suku bunga.
Beberapa sektor yang dirugikan tentu saja yang berhubungan dengan leasing. Lantaran kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan penyaluran kredit, baik otomotif maupun properti.
Untuk para investor, Nico merekomendasikan untuk menyesuaikan situasi dan kondisi terhadap fundamental ekonomi dan kinerja para emiten. Nico berpendapat, emiten di Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian yang terjadi di pasar. Bahkan setiap koreksi yang terjadi justru menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan pembelian.
"Kedua, perhatikan durasi investasi, apabila kita tidak bisa menerima volatilitas yang terjadi di pasar, memanjangkan durasi menjadi sebuah pilihan dan berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. Ketiga, berinvestasi terhadap saham-saham yang memiliki fundamental baik dan memiliki potensi valuasi di masa mendatang," pungkasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






