Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Kembali Berguguran

Penulis : Indah Handayani
24 Sep 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Sawit. Foto ilustrasi: IST
Sawit. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Kembali berguguran pada perdagangan Jumat (23/9/2022). Penurunan ini terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (23/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 turun 88 Ringgit Malaysia menjadi 3.673 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 merosot 87 Ringgit Malaysia menjadi 3.710 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkoreksi 90 Ringgit Malaysia menjadi 3.736 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terkikis 93 Ringgit Malaysia menjadi 3.760 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 turun 81 Ringgit Malaysia menjadi 3.807 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 merugi 76 Ringgit Malaysia menjadi 3.845 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO relatif bergerak di kisaran sempit. Karena sentimen positif yang ada saat ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akan kelanjutan kebijakan DMO yang diusulkan untuk dicabut. “Harga CPO bergerak pada resistance 3.900 – 3.950 Ringgit Malaysia per ton, dan posisi support 3.780 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Menurut Yoga, pada pekan depan tren harga CPO kemungkinan masih akan bergerak stabil pada kisaran sempit. Namun, tren tersebut berpotensi terkoreksi apabila ada indikator kuat di pasar yang dirilis saat akhir pekan ini ataupun di awal pekan depan.

Yoga menyebut, indikator yang dipantau di pekan depan adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia bulan September, perkembangan situasi di Indonesia terkait program biodiesel dan kebijakan DMO. 

“Untuk harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance berada di kisaran harga 3.900 – 3.950 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan posisi support di kisaran harga 3.750 – 3.700 Ringgit Malaysia per ton,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia