Pasar Saham Akhir September, Ceria atau Muram?
JAKARTA, investor.id – Sepekan ke depan adalah pekan terakhir bulan September, yang selama ini dianggap kurang bersahabat bagi investor saham. Lantas, bagaimana peluangnya kali ini, apakah pasar saham bakal muram atau malah berakhir dengan istilah “September Ceria”?
Untuk diketahui, dalam 10 tahun terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bulan September lima kali positif dan lima kali negatif. Meski demikian, jika dihitung rata-rata, IHSG pada September dalam kurun waktu 10 tahun terakhir -0,63%.
Sementara itu, pada September kali ini hingga tanggal 23, IHSG stagnan di level 7.178,5 dibandingkan posisi akhir Agustus yang juga di level 7.178,5.
Untuk sepekan ke depan, kalangan analis memprediksi IHSG kembali melemah, dengan kisaran pergerakan 7.150-7.215. Sebab IHSG dikepung oleh banyak sentimen negatif, di antaranya isu kenaikan suku bunga acuan The Fed dan inflasi.
“Tidak menutup kemungkinan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada pertemuan berikutnya,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily, Minggu (25/9/2022).
Menurut dia, agresivitas The Fed bakal mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menyesuaikan jarak premi antara suku bunga The Fed dan BI agar tidak terjadi capital outflow yang lebih besar dan akan membuat kurs rupiah melemah.
“The Fed sudah menyampaikan bakal mendorong suku bunga mencapai 4,5% pada tahun ini. Jarak antara suku bunga acuan The Fed dengan suku bunga BI berkisar 75-100 bps, setidaknya untuk saat ini,” tuturnya.
Sejauh ini, kata Nico, fundamental ekonomi Indonesia masih mampu menjaga pasar dari ketidakpastian. “Kami melihat IHSG masih dapat menyentuh target tahun ini di 7.380. Sepekan ke depan, selama IHSG belum mampu melewati 7.250, tampaknya IHSG bakal kembali melemah. IHSG kemungkinan bergerak pada kisaran 7.150-7.215,” jelas dia.
Hal senada dikatakan oleh analis Kanaka Hita Solvera, Raditya Pradana. Dia memprediksi IHSG kembali melemah dengan kisaran pergerakan pada level 7.016-7.021. Isu inflasi dan suku bunga bank sentral masih membayangi IHSG.
Dia pun menyarankan pemodal untuk mencermati saham-saham di sektor barang konsumsi primer karena memiliki potensi penguatan. Misalnya, saham UNVR dengan rekomenasi buy dan target harga Rp 6.500. Lalu, saham MYOR dengan target harga Rp 2.200.
Sementara itu, secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengungkapkan, IHSG cenderung bearish selama belum mampu menembus level resistance di level 7.377. Terlebih, sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed dan BI masih menggelayuti IHSG.
Dalam sepekan ke depan, menurut Herditya, pemodal perlu memantau beberapa saham, yaitu INDF dengan target harga Rp 6.450, ICBP Rp 9.100, MPMX Rp 1.100, dan ABBA Rp 250.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






