Jumat, 15 Mei 2026

Kata Bos Indika (INDY) dan Foxconn soal Kongsi Bisnis Mobil Listrik

Penulis : Thresa Sandra Desfika
26 Sep 2022 | 08:37 WIB
BAGIKAN
 PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Motor Group (MMG), membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd, afiliasi Foxconn. (Ist)
PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Motor Group (MMG), membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd, afiliasi Foxconn. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Motor Group (MMG), membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd, afiliasi Foxconn pada 22 September 2022. Nama entitas baru itu adalah PT Foxconn Indika Motor (FIM).

FIM akan melakukan bisnis manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai listrik, serta menyediakan jasa konsultasi manajemen. Indika lewat MMG menggenggam sebanyak 60% saham FIM dan Foxconn 40%. Foxconn sendiri merupakan perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia yang berpusat di Taiwan.

Direktur Indika Energy Purbaja Pantja mengatakan, melihat potensi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia yang hebat, Indika Energy dengan senang hati bermitra dengan Foxconn sebagai perusahaan global yang mengembangkan kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

“Kolaborasi ini akan memberikan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia dan bertujuan untuk mendukung negeri ini menjadi salah satu pengembang kendaraan listrik dan ekosistem baterai terkemuka,” jelas Purbaja dalam keterangan resmi dikutip Senin (26/9/2022).

Kepala Strategi Baterai Foxconn Troy Wu menjelaskan, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pemimpin G20 tahun ini dan ASEAN tahun depan. Juga, berkomitmen untuk target emisi nol bersih yang ambisius.

“Usaha patungan ini menggarisbawahi komitmen Foxconn untuk mendukung mitra kami di Indonesia dalam saling tujuan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Pendirian FIM merupakan kelanjutan dari penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada Januari 2022 oleh Indika Energy, Foxconn, dan mitra lainnya. Kerja sama ini dilakukan melalui skema build-operate-localize (BOL) di Indonesia. Skema BOL dilakukan dalam tiga tahap, yaitu membangun, mengoperasikan, dan melokalisasi, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas industri Indonesia di industri kendaraan listrik dan industri pendukungnya termasuk baterai listrik.

Indika Energy, Foxconn, dan mitra yang lain akan menjajaki kerja sama investasi ekstensif untuk ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Indika Adi Pramono menyebutkan, penyertaan saham MMG dalam FIM merupakan langkah perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya kendaraan listrik roda empat di Indonesia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia