Emas Terpukul Indeks Dolar yang Kian Menguat
JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak melemah di zona US$ 1.639,84 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah. Pergerakan negatif emas dipengaruhi oleh rilisnya data dari sektor manufaktur AS (Amerika Serikat) dan semakin menguatnya indeks dolar.
Indeks dolar menguat menembus level tertingginya di zona 113.50 mempengaruhi pergerakan emas secara negatif. Dolar yang menguat membuat emas menjadi terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga menekan permintaan terhadap emas. Menguatnya indeks dolar ditopang oleh kondisi tingginya suku bunga acuan sebagai upaya menjinakkan inflasi.
Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengungkapkan optimismenya bahwa The Fed dapat meredam inflasi tanpa menyebabkan banyak pengangguran mengingat momentum ekonomi berkelanjutan yang masih positif menandakan adanya kemampuan bagi ekonomi untuk menyerap kebijakan yang ketat dan selanjutnya melambat dengan teratur. Bostic menyampaikan rencana The Fed untuk melanjutkan pengetatan kebijakan dimaksudkan untuk memperlambat ekonomi dengan tujuan membawa permintaan barang dan jasa sesuai dengan pasokan sehingga dapat meredam inflasi.
The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pekan lalu dan mengeluarkan proyeksi yang menunjukkan suku bunga naik lebih tinggi walaupun menghadapi risiko resesi. US Flash Manufacturing PMI yang dirilis menunjukkan kenaikan di angka 51.8 dibandingkan sebelumnya 51.5 mengindikasikan sektor manufaktur yang masih mengalami pertumbuhan sekaligus menantang gagasan bahwa ekonomi berada dalam resesi.
Emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang diikuti oleh menguatnya yield instrumen keuangan sehingga meredupkan daya tarik emas. Yield obligasi AS berada di areal 3.72%. Menguatnya indeks dolar seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut menjadi sentimen negatif bagi emas.
Berdasarkan riset ICDX, Senin (26/9/2022) harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.620,11 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.652,93. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.613,33 hingga ke areal US$ 1.607,27, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.659,35 hingga ke areal US$ 1.665,78.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






