Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Kembali Stabil Dipicu Isyarat OPEC+ Seimbangkan Pasar

Selasa, 27 Sep 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak pagi ini terpantau kembali stabil. Didukung oleh sentimen dari isyarat aliansi produsen OPEC+ untuk memangkas produksinya dalam pertemuan bulan depan. Serta, desakan agar UE dapat ikut menerapkan pembatasan harga terhadap minyak Rusia. Meski demikian, proyeksi bernada negatif dari Bank Dunia membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menambahkan OPEC dan sekutunya sedang memantau situasi harga minyak dan mencari cara untuk menyeimbangkan kondisi pasar saat ini, ungkap Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar pada hari Senin. Abdul Jabbar juga menegaskan bahwa OPEC+ tidak menginginkan kenaikan tajam ataupun kemerosotan pada harga minyak.

“Pernyataan dari Abdul Jabbar tersebut mengisyaratkan potensi OPEC+ untuk melakukan pengurangan produksi dalam pertemuan 5 Oktober nanti, terlebih dengan kegagalan OPEC+ untuk mencapai target peningkatan produksi dalam beberapa bulan terakhir,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Harga minyak Turun US$ 2 per Barel, Tembus Level Terendah 9 Bulan

Advertisement

Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lain juga datang dari setidaknya 10 negara anggota Uni Eropa (UE) yang pada Senin mengirimkan draf usulan yang isinya mendesak agar UE dapat ikut serta dalam pembatasan harga minyak Rusia. Draf usulan tersebut rencananya akan diputuskan saat para menteri energi UE bertemu pada hari Jumat nanti.

“Jika pembatasan harga itu disetujui, maka berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga lebih tinggi,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Baca juga: IRRA dan Oneject Berkontribusi Aktif dalam Program BIAS

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan akan melemah tajam pada 2022 menjadi 3,2%, turun dari perkiraan sebelumnya di level 5% ataupun pertumbuhan pada tahun sebelumnya di level 7,2%, ungkap Bank Dunia pada hari Selasa. Untuk faktor pemicunya adalah perlambatan ekonomi Tiongkok, yang diproyeksikan akan tumbuh 2.8% tahun ini, atau turun dari perkiraan Bank Dunia sebelumnya di level 5.0%.

Meski demikian, Bank Dunia menambahkan bahwa laju ekspansi akan meningkat tahun depan, namun di saat yang sama ada risiko depresiasi mata uang akibat kenaikan suku bunga agresif yang dilakukan bank sentral di seluruh dunia untuk memerangi inflasi yang melonjak.

Baca juga: Begini Progres Bisnis Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik TBS Energi (TOBA)

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani harga minyak, Presiden AS Joe Biden pada hari Senin kembali mengulangi tuntutan agar perusahaan minyak dan gas dapat menurunkan harga jual ke konsumen. Biden menegaskan bahwa di bulan Agustus harga minyak global telah turun dan mengutip data dari American Automobile Association, harga bensin AS pada bulan Agustus juga telah turun 9,2% secara bulanan, namun harga bensin masih belum merata, terutama di negara bagian barat yang masih jauh lebih tinggi akibat kurangnya kapasitas penyulingan.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com