Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Indika Energy Tbk (INDY). (Perseroan)

PT Indika Energy Tbk (INDY). (Perseroan)

Setelah Gandeng Foxconn Garap Mobil Listrik, Indika (INDY) Caplok Perusahaan Tambang Bauksit

Kamis, 29 September 2022 | 07:58 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, PT Indika Mineral Investindo (IMI) telah menuntaskan akuisisi 100% saham PT Perkasa Investama Mineral (PIM) pada 26 September 2022.

Sekretaris Perusahaan Indika Adi Pramono menjelaskan, PIM memiliki kegiatan usaha untuk melakukan aktivitas konsultasi manajemen dan perdagangan besar logam dan bijih logam.

Baca juga: Kata Bos Indika (INDY) dan Foxconn soal Kongsi Bisnis Mobil Listrik

PIM memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Mekko Metal Mining yang bergerak di bidang usaha pertambangan bijih bauksit dan PT Perkasa Alumina Indonesia yang bergerak di bidang usaha industri pembuatan logam dasar bukan besi (smelter).

“Total harga transaksi US$ 5 juta atau setara dengan Rp 74,89 miliar,” ungkap Adi dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (29/9/2022).

Dia menambahkan, transaksi merupakan salah satu langkah perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor non-batu bara, khususnya mineral bauksit.

Sebagai informasi, bauksit bisa diolah menjadi aluminium dan kemudian dapat dimanfaatkan untuk kerangka mobil listrik.

Baca juga: Hasrat Indika (INDY) Jadi Perusahaan Investasi Terdiversifikasi

Sebelumnya, Indika Energy yang juga melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Motor Group, membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd, yang merupakan entitas afiliasi Foxconn, pada 22 September 2022. Nama entitas baru itu adalah PT Foxconn Indika Motor (FIM).

Foxconn sendiri merupakan perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia yang berpusat di Taiwan.

Adi sempat menyatakan, FIM akan melakukan kegiatan manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai elektrik, yang akan terefleksikan pada kegiatan usaha, antara lain melakukan kegiatan manufaktur kendaraan bermotor roda empat atau lebih (KBLI 29101 dan KBLI 29300); melakukan kegiatan manufaktur batu baterai (KBLI 27201); dan memberikan jasa konsultasi manajemen (KBLI 70209).

Baca juga: Daripada Buyback, Astra (ASII) Lebih Pilih Ini

Dalam FIM, MMG menggenggam sebanyak 60% dan Foxconn 40%. Menurut Adi, penyertaan saham MMG dalam FIM merupakan langkah perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya kendaraan listrik roda empat, di Indonesia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com