Proyeksi Penurunan Perjalanan Selama Golden Week Bayangi Pergerakan Minyak
JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh sentimen dari proyeksi penurunan aktifitas perjalanan di Tiongkok selama liburan Golden Week tahun ini. Meski demikian, gangguan produksi akibat Badai Ian, laporan EIA, serta potensi peningkatan lebih lanjut konflik Ukraina memberikan dukungan pada harga minyak.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, aktifitas perjalanan selama liburan Golden Week Tiongkok yang akan dimulai pada hari Sabtu, berpotensi turun ke level terendah dalam beberapa tahun yang dipicu oleh himbauan untuk tidak bepergian serta mengharuskan hasil tes Covid negatif kurang dari 48 jam untuk turis yang berencana naik kereta api dan pesawat, atau melintasi perbatasan provinsi dengan bus.
Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak Hingga 4%“Kementerian transportasi Tiongkok memperkirakan penurunan perjalanan via darat dan udara masing-masing sebesar 30% dan 16%,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (29/9/2022).
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, mengutip laporan terbaru yang dirilis hari Rabu oleh Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE), sekitar 9.12% produksi minyak dan 5.95% produksi gas alam yang berada di Teluk Meksiko masih ditutup akibat Badai Ian. Situasi tersebut lebih baik dari hari Selasa, dimana terjadi penutupan sekitar 11% output minyak dan 8.56% gas alam di Teluk Meksiko.
“Di sisi lain, situasi itu juga mengisyaratkan bahwa ancaman gangguan produksi akibat Badai Ian masih akan bertahan untuk sementara waktu,” papar Tim Research and Development ICDX.
Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 215 ribu barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 443 ribu barel. Stok bensin juga secara tak terduga turun sebesar 2.42 juta barel, dibanding prediksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 709 ribu barel.
Selain itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan dari sisi produksi juga mengalami penurunan ke level 12 juta barel, dari posisi minggu lalu di level 12.1 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, situasi konflik Ukraina berpotensi meningkat lebih lanjut pasca Rusia mengisyaratkan proses referendum untuk menganeksasi 4 wilayah provinsi Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson akan selesai dalam beberapa hari mendatang. AS menolak untuk mengakui hasil referendum tersebut dan menegaskan akan memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia dalam beberapa hari mendatang, ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada hari Rabu.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX .
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






