Menu
Sign in
@ Contact
Search
Harga minyak. Sumber: Antara

Harga minyak. Sumber: Antara

Proyeksi Penurunan Perjalanan Selama Golden Week Bayangi Pergerakan Minyak

Kamis, 29 Sep 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh sentimen dari proyeksi penurunan aktifitas perjalanan di Tiongkok selama liburan Golden Week tahun ini. Meski demikian, gangguan produksi akibat Badai Ian, laporan EIA, serta potensi peningkatan lebih lanjut konflik Ukraina memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, aktifitas perjalanan selama liburan Golden Week Tiongkok yang akan dimulai pada hari Sabtu, berpotensi turun ke level terendah dalam beberapa tahun yang dipicu oleh himbauan untuk tidak bepergian serta mengharuskan hasil tes Covid negatif kurang dari 48 jam untuk turis yang berencana naik kereta api dan pesawat, atau melintasi perbatasan provinsi dengan bus.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak Hingga 4%

“Kementerian transportasi Tiongkok memperkirakan penurunan perjalanan via darat dan udara masing-masing sebesar 30% dan 16%,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (29/9/2022).

Advertisement

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, mengutip laporan terbaru yang dirilis hari Rabu oleh Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE), sekitar 9.12% produksi minyak dan 5.95% produksi gas alam yang berada di Teluk Meksiko masih ditutup akibat Badai Ian. Situasi tersebut lebih baik dari hari Selasa, dimana terjadi penutupan sekitar 11% output minyak dan 8.56% gas alam di Teluk Meksiko.

“Di sisi lain, situasi itu juga mengisyaratkan bahwa ancaman gangguan produksi akibat Badai Ian masih akan bertahan untuk sementara waktu,” papar Tim Research and Development ICDX.

Baca juga: Menteri Iklim UEA: Selama Minyak dan Gas Dibutuhkan, Kami Berikan

Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 215 ribu barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 443 ribu barel. Stok bensin juga secara tak terduga turun sebesar 2.42 juta barel, dibanding prediksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 709 ribu barel.

Selain itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan dari sisi produksi juga mengalami penurunan ke level 12 juta barel, dari posisi minggu lalu di level 12.1 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS.

Baca juga: Minyak Meredup Dibayangi Laporan API Serta Proyeksi Goldman Sachs

Turut mendukung pergerakan harga minyak, situasi konflik Ukraina berpotensi meningkat lebih lanjut pasca Rusia mengisyaratkan proses referendum untuk menganeksasi 4 wilayah provinsi Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson akan selesai dalam beberapa hari mendatang. AS menolak untuk mengakui hasil referendum tersebut dan menegaskan akan memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia dalam beberapa hari mendatang, ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada hari Rabu.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX .

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com