Rupiah Ditutup Kembali Menguat di Bawah Bayang-bayang Lonjakan Inflasi
JAKARTA, investor.id - Inflasi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6.27 persen. Angka ini jauh dari proyeksi Pemerintah yang menargetkan inflasi di bawah 5 persen. Selain itu diprediksi Bank Indonesia akan terus menaikkan suku bunga acuan sampai 5 persen di tahun ini.
Sementara itu, musim dingin di belahan dunia Barat diprediksi akan membuat inflasi di negara barat naik. Di Indonesia sendiri, musim hujan dan libur Natal dan liburan tahun baru 2023 sendiri diperkirakan akan mendorong inflasi.
Inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi menjadi tantangan bagi negara-negara di seluruh dunia. Baru-baru ini Bank Dunia menurunkan lagi proyeksi pertumbuhan Tiongkok dan Asia pada umumnya. Perang antara Rusia dan Ukraina pun masih terus berlanjut. Namun masih ada peluang perekonomian Indonesia tumbuh di tengah tantangan global tersebut.
Adapun, dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 3 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 30 poin dilevel Rp 15.263 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.266.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat tipis di rentang Rp. 15.240 - Rp. 15.300,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).
Secara terpisah, Presiden Joko Widodo mengapresiasi penurunan rupiah sekitar 7% di tahun ini lebih baik daripada mata uang Asia lainnya.
Di sisi lain, dolar AS melanjutkan pergerakannya yang tampaknya tanpa henti lebih tinggi serta intervensi Bank of England ke pasar obligasi menghilang.
Bank of England mengumumkan pembelian obligasi darurat pada hari Rabu, mencoba untuk menopang pasar emas yang telah merosot, bersama dengan pound, setelah pemerintah Inggris yang baru mengumumkan pemotongan pajak yang substansial, kemungkinan didanai oleh pinjaman yang besar.
Ini akan memberi tekanan pada BoE untuk mengumumkan kenaikan suku bunga substansial pada pertemuan berikutnya di awal November, jika terus mengesampingkan kenaikan darurat. Penampilan dari pejabat Bank of England David Ramsden, Silvana Tenreyro, dan Huw Pill pada hari Kamis akan diawasi dengan ketat.
Kemudian, mata uang tunggal juga dibebani oleh eskalasi krisis energi zona euro baru-baru ini, dengan penjaga pantai Swedia mengumumkan telah menemukan kebocoran gas keempat pada pipa Nord Stream yang rusak. Uni Eropa menduga sabotase berada di balik kebocoran pipa yang membawa gas dari Rusia ke Eropa dan telah menjanjikan tanggapan "kuat" terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energinya.
Selain itu, sejumlah pejabat Fed menegaskan kembali minggu ini bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga tajam tahun ini, karena berjuang untuk memerangi inflasi yang mencapai puncak 40 tahun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






