Jumat, 15 Mei 2026

Sudah Dapat Kontrak IKN Rp 1,1 T, WIKA Kejar Lagi Rp 9 T

Penulis : Muawwan Daelami
5 Okt 2022 | 19:50 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi salah satu proyek WIKA Group. (Foto: Perseroan)
Ilustrasi salah satu proyek WIKA Group. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah mengikuti tender beberapa proyek untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai total Rp 9 triliun. Emiten BUMN Karya ini sebelumnya telah mengantongi total kontrak di proyek IKN sebesar Rp 1,1 triliun.

“Untuk menangkap peluang pembangunan IKN, WIKA tengah mengikuti tender beberapa proyek IKN senilai sekitar Rp 9 triliun. Berdasarkan potensi pekerjaan yang ada di masa mendatang, ditambah kompetensi dan pengalaman yang dimiliki perusahaan, kami yakin dapat memenangkan kontrak-kontrak pekerjaan IKN yang ditenderkan,” kata Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya, baru-baru ini.

Mahendra mengatakan, hingga akhir September kemarin, pihaknya telah memenangi dua kotrak IKN senilai Rp 1,1 triliun. Kedua kontrak tersebut adalah pekerjaan jalan tol segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung dengan porsi sekitar 38% atau ekuivalen Rp 730 miliar, dan bangunan modular untuk rusun pekerja sebesar Rp 830 miliar.

ADVERTISEMENT

Ke depan, sambung Mahendra, WIKA akan mengantisipasi proyek penugasan Pemerintah, baik yang bersifat Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun proyek dengan kontrak Capital Protected Fund (CPF). Sebab, saat ini WIKA sedang menyeleksi proyek-proyek yang mempunyai kemampuan bayar yang baik.

Dalam jangka pendek, WIKA juga akan menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah III Tahap I untuk menyetabilkan dan mengganti struktur utang jangka pendek menjadi jangka panjang. Lebih dari itu, perseroan berencana melakukan beberapa aksi korporasi seperti asset recycling atas aset-aset kurang produktif, serta mengevaluasi kembali usaha dan fokus pada core business yang kuat.

Perseroan juga berencana membawa enam anak usahanya untuk menjadi perusahaan terbuka (public listed company). Hal itu nantinya dilakukan dengan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, dan kemudian mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa tahun ke depan.

Mahendra menjelaskan, WIKA Holding memiliki bisnis utama yaitu infrastruktur, gedung, energi dan industrial plant, serta operasi luar negeri. Selain itu, WIKA memiliki delapan anak usaha.

“Di mana dua di antaranya, yaitu Wika Beton yang bergerak di bidang industri beton pracetak dan Wika Gedung yang bergerak di high rise building itu sudah public listed company,” ungkap Mahendra, belum lama ini.

Sedangkan enam anak usaha WIKA lainnya, yaitu Wika Industri dan Konstruksi (bergerak di bidang steel structure manufacturing), Wika Rekayasa Industri (operation and maintenance engineering), Wika Realty (properti dan realty, juga masuk ke industri hospitality atau perhotelan), Wika Bitomen (mengelola produksi aspal alam), Wika Serang Panimbang (badan usaha jalan tol), dan Wika Tirta Jaya Jatiluhur (pengolahan air bersih).

Mahendra mengatakan, enam perusahaan tersebut masih berstatus perusahaan tertutup. Namun, keenamnya direncanakan menjadi perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI.

“Enam perusahaan ini masih merupakan perusahaan tertutup, yang memang direncanakan juga akan public listed di beberapa tahun ke depan,” papar Mahendra.

Di Wika Industri & Konstruksi, WIKA menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 98,57%, sementara di Wika Rekayasa Konstruksi kepemilikannya sebanyak 97,99%, dan di Wika Realty sebanyak 71,78%. Di Wika Bitumen, WIKA menguasai 99% saham anak usaha tersebut, disusul di Wika Serang Panimbang sebanyak 83,42% saham, dan Wika Tirta Jaya Jatiluhur sejumlah 80% saham.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia