Borong MTN Timah (TINS), Bukit Asam (PTBA) Rogoh Kocek Rp 391,2 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeli surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) I PT Timah Tbk (TINS) Tahun 2022 sebanyak 25 lembar atau senilai Rp 391,25 miliar dengan jangka waktu paling lama tiga tahun.
“Transaksi tersebut sebagaimana di atas merupakan transaksi afiliasi yang didasarkan pada ketentuan Pasal 4 POJK No.42/2020 dan bukan merupakan transaksi material ataupun transaksi yang mengandung unsur benturan kepentingan,” jelas manajemen Bukit Asam dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).
Bukit Asam telah membeli MTN I PT Timah Tbk Tahun 2022 dengan peringkat A tersebut pada 5 Oktober 2022. PTBA dan TINS merupakan perusahaan terafiliasi yang dikendalikan secara langsung oleh perusahaan yang sama yakni Inalum, serta secara langsung dan tidak langsung oleh Negara Republik Indonesia.
“Oleh karena itu, perseroan merupakan pihak terafiliasi dengan PT Timah Tbk sebagaimana dimaksud oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” sambung manajemen PTBA.
Sementara itu, Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan berpendapat, pembelian MTN I PT Timah Tbk Tahun 2022 oleh PTBA sebanyak 25 lembar atau Rp 391,25 miliar beserta komponen bunga atau kupon sebesar 7,2% per tahun merupakan transaksi wajar.
Sebagai dampak transaksi, PTBA meyakini pembelian efek bersifat utang MTN tersebut akan mendatangkan nilai tambah pada pendapatan lain-lain perseroan atas penempatan dana idle di instrumen tersebut. Mengingat, MTN I TINS akan memberikan tingkat pengembalian yang lebih baik apabila dibandingkan suku bunga deposito pada penempatan sebelumnya.
“Transaksi dilakukan dalam rangka mendukung sinergi antara Grup MIND ID sesuai tujuan dari pembentukan Holding Industri Pertambangan yang diamanatkan negara,” jelas manajemen PTBA.
TINS menerbitkan MTN I PT Timah Tbk Tahun 2022 senilai total Rp 626 miliar yang dibeli PT Bukit Asam Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai pihak terafiliasi. Manajemen TINS beralasan, MTN diterbitkan karena ada penurunan harga logam timah secara signifikan pada kuartal III-2022.
Hal itu memengaruhi arus kas operasional perseroan yang diproyeksikan defisit pada semester II-2022. Ditambah, TINS mempunyai kewajiban pelunasan pokok obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp 744 miliar pada 28 September 2022.
“Mempertimbangkan hal tersebut, untuk pelunasan sebagian utang yaitu Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 seri B, TINS akan menerbitkan efek bersifat utang dengan penawaran terbatas. Agar saldo kas PT Timah Tbk berada pada besaran sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan,” jelas manajemen TINS dalam keterangan resmi.
MTN yang diterbitkan tanpa jaminan khusus tersebut, rencananya digunakan untuk melunasi bridging loan atas pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B yang jatuh tempo pada 28 September 2022. Agen pemantau transaksi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






