Sabtu, 4 April 2026

Belum Apa-apa, Grup Salim cs Pesta Gain Rp 8,4 Triliun dari Saham BUMI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Okt 2022 | 17:43 WIB
BAGIKAN
Anthoni Salim. (Beritasatu)
Anthoni Salim. (Beritasatu)

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) alias private placement dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham baru.

Pemodalnya terdiri dari Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Susunan pemegang saham MEL adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak dalam pengendalian oleh Grup Bakrie; Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim. MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Salim.

Sedangkan, susunan pemegang saham TGIL, yakni PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan saham sebesar 16,15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; serta Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 83,85%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim.

MEL akan mengambil bagian atas sebesar 85% dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam private placement, dan TGIL akan mengambil bagian atas sebesar 15% dari seluruh saham yang akan diterbitkan.

Dengan skema tersebut, maka Grup Salim dan Agoes Projosasmito akan menyerap sekitar 63,9% saham baru lewat private placement atau sekitar 127,8 miliar saham, sedangkan Grup Bakrie 36,1% atau sekitar 72,2 miliar saham.

Harga pelaksanaan private placement BUMI adalah Rp 120 per saham. Karenanya, untuk menyerap saham baru BUMI, Grup Salim dan Agoes Projosasmito harus menggelontorkan dana Rp 15,3 triliun.

Adapun pada perdagangan Jumat (7/10/2022) lalu, saham BUMI ditutup di Rp 186. Jika menggunakan asumsi harga penutupan itu, maka belum apa-apa, Grup Salim dan Agoes Projosasmito sudah dapat potensi gain Rp 8,4 triliun.

Sementara itu, Direktur Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menyebutkan, bila private placement sudah dilaksanakan, Grup Salim dan Agoes Projosasmito bakal menggenggam 37,1% saham BUMI, sedangkan Grup Bakrie 21,9%. Investor lewat private placement sendiri akan memiliki porsi kepemilikan 58,2%, namun akan turun menjadi 54% setelah sisa obligasi wajib konversi (OWK) dikonversi penuh.

Dengan dilaksanakannya private placement ini, menurut dia, maka total equity BUMI akan naik 2,9 kali lipat menjadi US$ 2,38 miliar atau sekitar Rp 35,7 triliun.

“Saat ini BUMI divaluasi jauh di bawah peers-nya yaitu sebesar US$ 1,15/mt, jauh lebih rendah dari ADRO (US$ 5,63/mt) dan ITMG (US$ 6,73/mt),” jelasnya dikutip Minggu (9/10/2022).

Suria merekomendasikan untuk buy BUMI dengan target harga Rp 305.

Adapun dalam satu tahun terakhir BUMI telah melesat 116,28%, selama periode year to date (ytd) terbang 177,61%, dan dalam tiga bulan terakhir naik 165,71%.

Saham BUMI yang sempat menyentuh level terendah di Rp 50 pada Maret 2022, merangkak naik dan mencapai posisi tertingginya di Rp 246 pada bulan September kemarin. Itu berarti BUMI sudah melesat 392% dari harga terendah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 32 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 43 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 53 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia