Belum Apa-apa, Grup Salim cs Pesta Gain Rp 8,4 Triliun dari Saham BUMI
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) alias private placement dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham baru.
Pemodalnya terdiri dari Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).
Susunan pemegang saham MEL adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak dalam pengendalian oleh Grup Bakrie; Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim. MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Salim.
Sedangkan, susunan pemegang saham TGIL, yakni PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan saham sebesar 16,15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; serta Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 83,85%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim.
MEL akan mengambil bagian atas sebesar 85% dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam private placement, dan TGIL akan mengambil bagian atas sebesar 15% dari seluruh saham yang akan diterbitkan.
Dengan skema tersebut, maka Grup Salim dan Agoes Projosasmito akan menyerap sekitar 63,9% saham baru lewat private placement atau sekitar 127,8 miliar saham, sedangkan Grup Bakrie 36,1% atau sekitar 72,2 miliar saham.
Harga pelaksanaan private placement BUMI adalah Rp 120 per saham. Karenanya, untuk menyerap saham baru BUMI, Grup Salim dan Agoes Projosasmito harus menggelontorkan dana Rp 15,3 triliun.
Adapun pada perdagangan Jumat (7/10/2022) lalu, saham BUMI ditutup di Rp 186. Jika menggunakan asumsi harga penutupan itu, maka belum apa-apa, Grup Salim dan Agoes Projosasmito sudah dapat potensi gain Rp 8,4 triliun.
Sementara itu, Direktur Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menyebutkan, bila private placement sudah dilaksanakan, Grup Salim dan Agoes Projosasmito bakal menggenggam 37,1% saham BUMI, sedangkan Grup Bakrie 21,9%. Investor lewat private placement sendiri akan memiliki porsi kepemilikan 58,2%, namun akan turun menjadi 54% setelah sisa obligasi wajib konversi (OWK) dikonversi penuh.
Dengan dilaksanakannya private placement ini, menurut dia, maka total equity BUMI akan naik 2,9 kali lipat menjadi US$ 2,38 miliar atau sekitar Rp 35,7 triliun.
“Saat ini BUMI divaluasi jauh di bawah peers-nya yaitu sebesar US$ 1,15/mt, jauh lebih rendah dari ADRO (US$ 5,63/mt) dan ITMG (US$ 6,73/mt),” jelasnya dikutip Minggu (9/10/2022).
Suria merekomendasikan untuk buy BUMI dengan target harga Rp 305.
Adapun dalam satu tahun terakhir BUMI telah melesat 116,28%, selama periode year to date (ytd) terbang 177,61%, dan dalam tiga bulan terakhir naik 165,71%.
Saham BUMI yang sempat menyentuh level terendah di Rp 50 pada Maret 2022, merangkak naik dan mencapai posisi tertingginya di Rp 246 pada bulan September kemarin. Itu berarti BUMI sudah melesat 392% dari harga terendah.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






